Warga Agam Keluhkan Dampak Kabut Asap

- Minggu, 22 September 2019 | 17:03 WIB

AGAM, HARIANHALUAN.COM - - Masyarakat di Kabupaten Agam mulai mengeluhkan kabut asap yang terjadi beberapa waktu terakhir. Dampak kabut asap kian terasa jika beraktivitas di luar ruangan.

Hujan dua hari terakhir ternyata tidak memberi dampak berarti untuk membersihkan udara, kabut asap kiriman akibat karhutla di provinsi tetangga makin menebal.

Wilayah Canduang, Baso, Ampek Angkek, sampai ke wilayah Barat Kabupaten Agam di Tanjung Mutiara, dipenuhi kabut berasap yang yang semakin hari makin tebal.

Meski demikian, masih banyak warga yang beraktivitas di luar ruang. Selain itu warga terlihat masih enggan menggunakan masker, termasuk anak-anak sekolah.

“Kabut asap sudah sangat terasa. Bahkan matahari sejak beberapa waktu terakhir sudah tidak nampak. Walau begitu kami harus tetap beraktivitas, walauoun cukup menganggu aktivitas,” kata salah seorang Warga Lubuk Basung, Deri, Minggu (22/9).

Menurutnya, sebagai seorang petani, aktivitas di luar ruangan tidak bisa dihindari. Walau begitu ia mengaku masih dalam keadaan baik, belum ada gangguan kesehatan. Jika udara semakin memburuk, bila keluar beraktivitas akan menggunakan masker.

Sementara itu Camat Baso, Surya Wendri, mengatakan, dikuatirkan kabut asap masih akan semakin tebal jika karhutla tidak tertangani segera. Untuk Baso Kabut Asap Cukup mencemaskan.

Dikatakannya, berdasarkan informasi dari BMKG musim kemarau masih akan panjang sampai bulan November mendatang. ” Kami juga terus aktif menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan,” jelasnya. (h/yat)

 
 
 

Editor: Administrator

Terkini

Riau Siap Bantu Kebutuhan Oksigen untuk Sumbar

Kamis, 29 Juli 2021 | 11:25 WIB
X