Ironi Singkarak, Penemuan Obat Stunting dan Bilih yang Terancam Punah

- Senin, 16 Desember 2019 | 14:25 WIB

Penertiban bagan (alat tangkap ikan) yang dilakukan oleh Tim Gabungan Provinsi Sumbar yang terdiri dari Dinas Kelautan Perikanan, TNI dan Polri mendapat perlawanan dari oknum pemilik bagan. Bahkan, video perlawanan sejumlah orang itu beredar dan viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat petugas gabungan menggunakan beberapa kapal hendak menepi ke lokasi satu bagan yang berada di tepian danau. 

Oleh: Rivo Septi Andries -- Singkarak

Melihat hal itu, sekelompok orang memprotes, mengusir bahkan ada yang menantang. Namun, penertiban tetap dilakukan oleh tim untuk melindungi kepunahan ikan endemik (ikan bilih/ Mystacoleucus padangensis). Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri, mengatakan, kejadian tersebut hal yang biasa dalam penegakan aturan.

“Itu dua hari yang lalu, kami lakukan penertiban senyap melibatkan TNI, dan Polri, kami juga kordinasikan dengan Kapolda, Dandrem dan pihak terkait lainnya. Bahkan penertiban kami lakukan malam hari. Protes-protes seperti itu biasa. Itu kami lakukan karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ucapnya kepada Haluan, Jumat (13/2).

Ia menjelaskan, di lokasi perlawanan warga itu, diakuinya belum pernah dilakukan penertiban, sehingga wajar ada yang protes. Di lokasi lain menurutnya, sudah banyak pemilik bagan yang membongkar bagan secara sukarela. 

“Untuk edukasi sudah kami lakukan, peringatan sudah berulang kali. Dan mereka ada yang sudah berjanji akan membongkar sendiri dan besinya dipotong-potong. Nah, mereka yang protes itu lokasinya berada di tepi jalan, yang kebanyakan pemiliknya bukan nelayan utama, artinya mereka ada yang bekerja sebagai pedagang, tapi karena rumah di tepi danau mereka sekalian buat bagan,”kata Yosmeri.

Penemuan Baru Obat Stunting

Ia mengungkapkan, penertiban bukan dilakukan asal-asalan, tapi mengacu pada Perda dan Pergub. Dan penertiban akan terus dilakukan, karena selain melindungi kepunahan ikan bilih yang berdampak pada ekonomi, sosial juga berimbas pada segi kesehatan.

“Perlu diketahui dan masih banyak yang belum tahu, ikan bilih tak hanya soal dampak ekonominya. Ada penelitian bahwa ikan bilih dapat mencegah stunting. Nah ini kan luar biasa, tapi kita sayangnya ikan ini sudah mulai susah dicari,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pertashop Kini Hadir di Pesantren Sijunjung

Jumat, 23 Juli 2021 | 23:30 WIB

RSUD Achmad Darwis Tambah Ruang Operasi Covid-19

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:05 WIB

Ketua Pengadilan Agama Padang Panjang Berganti

Jumat, 23 Juli 2021 | 15:49 WIB
X