NGOPI Siaga Bencana, Forum PRB Sumbar: Kelalaian Manusia Picu Terjadinya Bencana

- Senin, 30 Desember 2019 | 18:32 WIB

PADANG,HARIANHALUAN.COM-“Ketika pucuk pimpinan tertinggi menyatakan angkat tangan, lalu kita-kita ini bisa apa..?” pertanyaan pesimis peserta diskusi ini mengemuka saat menyikapi pernyataan pimpinan daerah Provinsi Sumatera Barat bahwa penyebab terjadinya rentetan bencana banjir Bandang dan Longsor di akhir tahun 2019 ini adalah murni faktor alam. 

Seperti diketahui beberapa kabupaten kota mengalami kejadian banjir, banjir bandang dan tanah longsor setelah intensitas hujan yang cukup tinggi melanda kabupaten 50 kota, Kota Bukittinggi, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Agam. Diskusi yang diinisiasi oleh JEMARI Sakato Sumatera Barat dan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB Sumbar) ini dilakukan sebagai catatan akhir tahun FPRB Sumbar sekaligus respon terhadap perkembangan kebijakan terkait kebencanaan di Sumatera Barat. 

Diskusi dengan Tajuk “NGOPI – NGObrol Pintar Sumbar Siaga bencana” agenda ini diikuti oleh lebih kurang 35 orang pegiat kebencanaan yang tergabung dalam FPRB Sumbar dan dilaksanakan di kantor JEMARI Sakato di kawasan Gunung Pangilun Padang pada tanggal 27 Desember 2019. Anggota FPRB merupakan gabungan NGO/LSM yang konsen dengan PRB, akademisi/perguruan Tinggi, praktisi, pemerhati  dan juga individu-individu di pemerintahan seperti BPBD dan OPD lainnya.  Kegiatan difasilitasi oleh Aktifis JEMARI Sakato, Syafrimet Azis.

Kepada Harianhaluan.Com Syafrimet Azis  menginformasikan betapa, NGOPI itu  asyik,  berjalan hangat dan penuh dinamika karena merespon kekecewaan terhadap penanganan dan manajemen kebencanaan di Sumbar. 

Menurut peserta faktor prilaku tidak benar manusia berperan sangat besar terhadap kejadian bencana dan ini tidak bisa dianggap remeh. Namun ketika pemerintah menyatakan bahwa alam lah (misalnya hujan) yang menyebabkan bencana, menimbulkan polemik dan diskusi hangat dan perlu dipertanyakan.  

Koordinator Forum PRB Sumbar, Khalid Syaifullah menyatakan bahwa FPRB sebagai wadah para pegiat untuk mendorong upaya-upaya PRB pada dasarnya tidak bisa sepenuhnya sepakat dengan hal tersebut. 

Hal itu didukung oleh statemen dari Prof Badrul Mustafa, anggota forum yang merupakan akademisi Unand yang menyampaikan bahwa memang ada bencana yang disebabkan oleh alam itu sendiri. 

"Misalnya gempa dan tsunami, kita tidak bisa menghindari dan hanya bisa meminimalisir korban. Sedangkan banjir, pada dasarnya bisa dijauhkan dari masyarakat karena banyak faktor non alam yang memicu misalnya drainase yang tidak berfungsi baik, berkurangnya tutupan hutan karena kebutuhan seperti pembuatan jalan dan peruamahan," paparnya.

 Yang menjadi persoalan adalah berkurangnya tutupan hutan itu karena disebabkan kepentingan uang atau bisnis.  Dan sudah menjadi rahasia umum, inilah yang mendorong kejadian-kejadian longsor dan banjir bandang di beberapa lokasi saat ini. Pakar geofisika ini menegaskan bahwa bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan longsor cenderung meningkat disebabkan oleh faktor manusia.  

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X