Genius Umar: Fokus Benahi Pariwisata Saja, Sumbar Bisa maju

- Selasa, 21 Januari 2020 | 11:24 WIB

PADANGPARIAMAN, HARIANHALUAN.COM — Genius Umar memang nama yang sangat tepat bagi Walikota Pariaman yang kini tampil sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumbar berpasangan dengan Irjen. Fakhrizal. Segudang pemikiran dan gagasan cemerlang telah tersemat di kepalanya untuk membuat Sumbar lebih maju.

“Fokus mengurus satu pariwisata saja, Sumbar sudah hebat. Sudah bisa maju. Perekonomian masyarakat Sumbar akan merangkak naik,” ungkap Genius Umar dalam diskusi singkat dengan sejumlah awak media di ruang kerjanya, Senin (20/1/2020).

Maka, Dr Genius Umar, S.Sos, M.Si, sang walikota visioner ini pun menjabarkan pemikirannya dalam mengelola dunia pariwisata Sumbar, termasuk sejumlah gagasan yang sebagian telah diaplikasikannya dalam membangun Kota Pariaman.

“Pariwisata punya multyplayer effect ke semua sektor ekonomi bahkan infrastruktur. Dengan hidupnya pariwisata, maka dari petani, nelayan hingga UMKM bisa bangkit, termasuk infrastruktur,” ujar Genius.

Semua kabupaten/kota di Sumbar, lanjut Genius, punya objek wisata yang hebat. Mulai dari wisata alam, wisata tambang hingga wisata budaya, wisata kuliner atau satu hal yang populer saat ini, wisata maritim. Nah, tugas gubernur itu, bagaimana mensinergikan kekuatan masing-masing daerah, lalu menyatukannya dalam sebuah program bersama.

“Peran provinsi adalah menyatukan program kabupaten/kota. Bagaimana provinsi menkoneksikan program daerah sehingga tidak terjadi tumpang tindih. Sekarang kita lihat, even pariwisata di suatu daerah, bisa pula bentrok dengan daerah lain. Ini kan membingungkan calon wisatawan kita. Kemana dia mau pergi,” kata jebolan Doktor Universitas Gajah Mada (UGM) ini.

Karena itu, lanjut Genius, perlu ditata, mana iven-iven yang diurus oleh kabupaten/kota, mana iven yang diurus provinsi dan mana iven yang diurus bersama. Sehingga wisatawan bisa tinggal lama di suatu daerah. Inilah yang harus disinergikan dengan baik. “Disinilah peran provinsi, agar kabupaten/kota tidak bergerak sendiri-sendiri,” kata Genius.

Genius mengakui, Provinsi Sumbar memiliki anggaran yang sangat kecil. APBD Sumbar hanya sekitar Rp.7 triliun. Dengan anggaran sebanyak itu, untuk menghubungkan kegiatan-kegiatan ekonomi dan pembangunan infrastruktur di kabupaten/kota, masih bisa dilakukan. Caranya, dana yang kecil itu bisa dijadikan pancingan, sisanya ditawarkan ke sejumlah kementerian atau sumber-sumber lain.

“Saya contohkan pembangunan water front city di Kota Pariaman. Pembangunan water front city ini, program lintas pemerintahan. Pertama dana dari APBN, tepatnya dari kementrian Pekerjaan Umum, kita dapat sekitar 9 miliar. Kemudian dari APBD Kota Pariaman, kemudian dari CSR BUMN. Bahkan dari dana desa pun kita arahkan ke sini, sehingga di tahun pertama, program tersebut bisa jalan,” papar Genius yang rajin keliling Sumbar sehingga paham akan potensi daerah dan melahirkan peluang mengkoneksikan program pembangunnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Baznas Agam Targetkan Zakat Rp11 Miliar Tahun 2022

Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:16 WIB
X