Ganggu Pejalan Kaki, Penempatan Pot Bunga di Tengah Trotoar Dikeluhkan

- Kamis, 12 Maret 2020 | 15:37 WIB

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Sejumlah masyarakat pengguna jalan keluhkan penempatan puluhan pot bunga ditengah trotoar di Kota Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman. Keberadaan pot bunga di tengah trotoar itu sangat mengganggu kenyamanan pejalan kaki.

Warga mempertanyakan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman yang menempatkan puluhan pot-pot bunga persis di tengah badan trotoar, hingga menyulitkan para pejalan kaki. 

Salah seorang warga Nita (35), menuturkan, sangat terusik ketika menggunakan fasilitas trotoar tersebut, apalagi trotoar disepanjang jalan Sudirman. Sebab, keberadaan pot bunga berada di tengah trotoar. 

"Itu menyulitkan ketika berjalan, bahkan saya pernah berjalan, baju lalu terkait duri kembang, akhirnya jadi robek," ungkapnya kepada harianhaluan.com, Kamis (12/3).

Lebih lanjut dikatakannya, belum lagi dipinggir jalan ada parkiran mobil, jadi sebagai pengguna trotoar tidak bisa memanfaatkan, sedangkan bagi pejalan kaki di trotoar dilindungi undang-undang.

"Trotoar dibangun dan dibuat sejatinya menjadi pemenuhan hak para pejalan kaki, dan secara legal pun hal ini diatur dalam UU Nomor 22 tahun 2009," tukasnya.

Sebelumnya, warga juga pernah mengeluhkan hal serupa ke Pemda setempat, terkait dikuasainya trotoar di Jalan Ahmad Karim oleh para pedagang kaki lima, lalu dijadikan sebagai pasar kuliner. 

"Kini kembali hak kami dikuasai keberadaan pot bunga. Kami terpaksa kembali harus mengalah berjalan kaki di pinggir jalan," ungkap Tomy. 

Menurutnya, kalau pemerintah daerah saja tidak mematuhi aturan yang ada dan seenaknya berbuat, bagaimana menekankan pelaksanaan aturan lainnya kepada masyarakat.

"SKPD terkait sepantasnya memikirkan hal tersebut, dengan melaksanakan aturan yang ada namun tetap membuat kondisi kota terlihat cantik dan asri," ujarnya. 

Kasat Lantas Polres Pasaman, AKP Bezaliel Mendrofa, SH mengatakan, bahwa trotoar sesungguhnya merupakan salahsatu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalulintas, sama seperti tempat penyebrangan (zebra cross dan jembatan penyebrangan).?

"Kalau menurut saya, mengenai keberadaan pot-pot bunga yang ada ditengah-tengah trotoar memang tidak sesuai dengan fungsinya. Karena trotoar tersebut berguna bagi pejalan kaki. Namun apabila pot tersebut berada dipinggir trotoar, mungkin tidak jadi masalah," pungkasnya. 

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman, Afridansyah. Ia mengatakan, akan mengingatkan dinas terkait untuk segera merapikan penempatan pot bunga disepanjang trotoar di jalan protokol itu agar tidak mengganggu pejalan kaki. 

"Pot-pot bunga itu miliknya Dinas Lingkungan Hidup. Memang mengganggu sih bagi pengguna jalan. Nanti, kita akan ingatkan agar segera dirapikan," katanya. (h/*)


 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Kapolda Sumbar Tinjau Vaksinasi Massal di Pasaman

Rabu, 20 Oktober 2021 | 20:50 WIB

Anak Usia 7-13 Tahun Berisiko Tinggi Stunting

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:12 WIB

Batu Kambiang Agam Vaksinasi 370 Warganya

Rabu, 20 Oktober 2021 | 14:33 WIB

108 Hektare Lahan Sumbar tak Ada Kejelasan Hukum

Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:45 WIB

Terpopuler

X