Hasil Rapid Test Praja IPDN Kampus Sumbar Negatif

- Jumat, 10 April 2020 | 08:54 WIB

AGAM, HARIANHALUAN.COM - Hasil pemeriksaan Rapid Test Covid-19 terhadap praja Intitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sumatera Barat dinyatakan negatif.

"Alhamdulillah, hasil rapid test Covid 19 terhadap 404 orang praja dan 42 ASN di Kampus kita dinyatakan negatif," kata Dr. Tun Huseno, SE. M.Si kepada harianhaluan.com, Kamis (9/4) sore.

Menurut Tun Huseno, sebelum wabah virus Corona menyebar di negeri ini,  pihak IPDN telah mengambil keputusan untuk mengkarantina praja, dengan tidak membolehkan praja ke luar kampus, supaya tidak berinteraksi dengan pihak luar.

"Sejak 14 Maret lalu, kita sudah mengkarantina praja. Selain itu, kita telah melakukan penyemprotan disinfektan ke setiap ruangan. Kita juga menyediakan Hand Sanitezer di pintu masuk dan di area dilingkungan kampus," ulasnya.

Rapid Test Covid 19 yang dilakukan ini, merupakan kebijakan Rektor IPDN,  rapid test tersebut dimulai dari Kampus IPDN Jatinangor, kemudian Kampus IPDN Cilandak dan IPDN Kampus Sumbar. "Kita adalah kampus daerah yang pertama melakukan Rapid Test. Kegiatan ini terlaksana atas bantuan sebanyak 600 alat Rapid Test dari Pemprov. Sumbar," terangnya.

Sementara itu, Setda Provinsi Sumbar Drs. Alwis mengatakan, pelaksanaan rapid test di IPDN kampus Sumbar merupakan permintaan dari Rektor IPDN di Jakarta.

"Ini permintaan dari Rektor IPDN karena di tempat kita ada kampus pemerintah. Tapi prinsipnya tidak hanya IPDN saja yang kita lakukan rapid test. Semua masyarakat kita perlakukan sama jika ada permintaan," kata Setda Prov Sumbar.

Specialis Patologi Klinik RS. Achmad Muchtar Bukittinggi dr. Yuzeni Alya mengatakan, Rapid test yang dilaksanakan ini adalah rapid test anti body dengan cara mengambil sample darah. Sebaiknya Rapid test anti body itu dilakukan setelah orang yang bersangkutan terpapar virus Corona lebih dari 7 hari.

"Kalau hasil rapid testnya positif. Maka selanjutnya dilakukan swab hidung dan tenggorokan dan dibawa labor PCR di Padang. Harga alat rapid test anti bodi ini sekitar Rp250 ribu, hanya untuk selalu pakai," ungkapnya. (h/ril)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Bupati Agam: Masjid Nurul Islam Jadi Cahaya Masyarakat

Kamis, 23 September 2021 | 14:12 WIB
X