Dikunjungi Gubernur Sumbar dan Bupati Pessel, Ini Testimoni Wely Penderita Covid-19 yang Sembuh

- Jumat, 10 April 2020 | 21:38 WIB

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengunjungi Wely, panggilan  akrab Aswiliarti (45th), pasien sembuh Covid 19 di Nagari Jinang Kampung Pansur Kecamatan Koto XI Tarusan Tarusan, Jumat (10/4).

Kedatangan Gubernur Irwan Prayitno dan Bupati Hendrajoni sudah ditunggu oleh orang tua dan kakak kandungnya dr. Andani Eka Putra yang juga Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand. Dalam kunjungan tersebut gubernur mendaulat Wely memberikan testimoninya di hadapan wartawan.

Waly yang sudah sembuh dari positif covid-19 tersebut, memberikan testimoni untuk menyemangati pasien yang masih positif dan dijadikan pembelajaran bagi masyarakat. Dalam testimoninya dia mengaku sempat syok pertama mengetahui bahwa dirinya positif terinfeksi corona virus.

Kondisi itu, katanya, berlangsung sekitar tiga hari, hingga beredar isu bahwa dirinya meninggal dunia. Kegalauan jiwanya berakhir ketika anaknya menangis menelepon dirinya dan mengatakan mereka tidak mau mamanya meninggal. 

Saat itu, dirinya mulai sadar bahwa anak beserta karib kerabat sangat mengharapkan dirinya harus sehat. "Pada saat tersebut tumbuh semangat dan bangkit bahwa saya harus kuat, rajin makan dan giat berolahraga dan selalu berzikir serta berdoa kepada Allah," kata Wely. 

Menurutnya, beredarnya kabar dirinya meninggal dunia, mungkin merupakan skenario Allah, guna memacu semangatnya untuk bangkit dari ketergoncangan jiwa. "Kunci sukses bagi penderita covid untuk sehat adalah semangat untuk bangkit, optimistis itu bisa diraih dengan berzikir. Jika kita cemas dan galau, membuat selera makan akan berkurang dan perasaan mual akan muncul, pada gilirannya membuat fisik semakin lemah," katanya lagi.

Seperti diketahui, virus covid-19 tersebut tidak bisa dilihat dengan kasat mata dan sulit mengetahui penderita yang terinfeksi. Salah satu upaya mencegah agar tidak tertular  dari virus tersebut selalu menggunakan masker bila ke luar rumah dan rajin cuci tangan serta mematuhi imbauan perintah tentang sosial distancing dan physical distancing.

Dengan memakai masker dan mematuhi sosial dan physical distancing, berarti masyarakat sudah menjaga orang lain dan sebaliknya seseorang menjaga masyarat. Masyarakat diharapkan proaktif memberi support kepada penderita covid 19, salah satu caranya dengan tidak memberi stigma negatif pada mereka.

Wely menambahkan, masyarakat boleh menjauhi virusnya tapi jangan kucilkan penderita dengan berbagai stigma negatif. Kemudian Wely mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis yang telah berusaha maksimal merawat dirinya selama di rumah sakit.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

7 Fraksi DPRD Solsel Sepakati Ranperda RPJMD 2021-2026

Rabu, 22 September 2021 | 14:11 WIB

DPMD Kota Pariaman Siap Fasilitasi Desa Dirikan BUMDes

Selasa, 21 September 2021 | 22:10 WIB

PLN Mobile Goes to School di MAN 1 dan 2 Bukittinggi

Selasa, 21 September 2021 | 11:47 WIB

Pembangunan Reservoar di Pariaman Dimulai

Selasa, 21 September 2021 | 11:28 WIB
X