Walikota Bukittinggi Tidak Setuju PSBB, Ini Alasannya

- Selasa, 14 April 2020 | 19:13 WIB

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Pemko Bukittinggi menyambut baik usulan Pemprov Sumbar agar Bukittinggi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun penerapan PSBB tersebut tidak hanya di Bukittinggi saja tetapi untuk Sumbar secara keseluruhan.

Hal tersebut disampaikan Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias kepada Haluan.com di rumah dinas Walikota Bukittinggi, Selasa (14/4).

Menurut Ramlan, jika hanya Bukittinggi saja diberlakukan PSBB tidak akan efektif, bagaimana dengan daerah lain yang tidak memberlakukan PSBB, sehingga masyarakat daerah itu datang ke Bukittinggi, kalau PSBB diberlakukan konsekuensinya masyarakat tidak boleh keluar rumah.

"Jadi PSBB di Bukittinggi tidak akan efektif, tetapi jika PSBB diberlakukan tingkat provinsi secara menyeluruh saya setuju," terang Ramlan.

Hingga saat ini, dia belum menyetujui PSBB tersebut diberlakukan di Bukittinggi, namun wakil gubernur mengusulkan Bukittinggi dan Kota Padang kepada pemerintah pusat untuk menerapkan PSBB.

"Kita belum setuju, PSBB itu, kan, tergantung kepala daerah. Tapi kalau tingkat provinsi pasti akan terkoordinir seluruhnya," ulasnya.

Jika kondisi penyebaran Covid 19 semakin meningkat, pihak Pemko Bukittinggi telah siap dengan berbagai alternatif, salah satunya menjadikan Rusunawa di Bukit Apit sebagai tempat Orang Dalam Pantauan (ODP).

"Selain itu, kita juga sedang giat dan mengimbau masyarakat agar selalu menjaga jarak, sering mencuci tangan dan tidak berkerumun," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov Sumbar akan mengusulkan kepada pemerintah pusat 2 kota sebagai daerah Penerapan hukum Pembatasan Sosial Skala Berskala Besar (PSBB), yakni Kota Padang dan Kota Bukittinggi.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Gabungan Dishub Sumbar

Jumat, 17 September 2021 | 12:52 WIB

Kasus Harian Covid-19 di Agam Terus Melandai

Kamis, 16 September 2021 | 22:17 WIB
X