Kesadaran Masyarakat Rendah, Jorong Diminta Dirikan Pos Pemantau Corona

- Kamis, 16 April 2020 | 12:19 WIB

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengatakan, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, Gubernur Sumbar kembali mengeluarkan instruksi agar Bupati Walikota membentuk pos pemantauan pendatang sampai ke tingkat jorong.

"Ini untuk mengawasi masyarakat yang baru datang dan menegaskan agar masyarakat yang baru datang wajib di karantina atau isolasi mandiri di rumah," terang Jasman, kemarin.

Kemudian, Bupati dan Walikota dapat melakukan kuasa pemaksaan dengan melibatkan Polri dan TNI jika ada warga yang ODP tidak mau mengindahkan instruksi tersebut. Karena banyak laporan, bahwa masyarakat yang baru datang ke kampungnya dari daerah terpapar Covid-19 masih tidak taat aturan. Duduk di warung-warung, tidak membatasi jarak dan tidak pakai masker.

"Untuk itu hal ini Gubernur sangat berharap Bupati dan Walikota se Sumbar dapat dengan tegas melaksanakan instruksi Gubernur dimaksud dengan melibatkan semua stakeholder terkait. Mari kita semua berdoa, semoga wabah pandemik covid-19 segera berakhir," pungkasnya.

Seperti diketahui, per Rabu (15/4/2020) kemarin, perkembangan Covid-19 di Sumbar yang datanya terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 5.758 orang. Proses pemantauan 712 orang. Selesai Pemantauan 5.046 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 180 orang. Dari 180 PDP tersebut, 38 orang masih dirawat diberbagai rumah sakit rujukan sambil menunggu hasil lab, Negatif terinfeksi covid-19 sebanyak 119 orang dan isolasi diri di rumah 23 orang. (*)

Editor: Administrator

Terkini

180 Warga Padang Panjang Terjaring Razia Masker

Sabtu, 24 Juli 2021 | 22:01 WIB
X