Bisa Dipidana, Pemkab Pasaman Larang warga Sembelih Sapi Betina Produktif untuk Kurban

- Kamis, 30 Juli 2020 | 11:54 WIB

HARIANHALUAN.COM - Pemerintah kabupaten Pasaman, kembali mengingatkan masyarakat, khususnya para pelaku kurban di daerah itu agar tidak menyembelih sapi betina produktif untuk hewan kurban pada pelaksanaan Idul Adha 1441 Hijriah esok. 

"Penyembelihan ternak betina produktif dilarang. Hal itu diatur dalam UU No.14 tahun 2014 tentang perubahan dari UU No.18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, Romy Zuswandi, Kamis (30/7).

Menurutnya, dalam UU tersebut pada pasal 86 dinyatakan setiap orang yang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif dapat dipidana dengan kurungan paling singkat satu bulan dan paling lama enam bulan, serta denda paling tinggi Rp5 juta.

Kemudian setiap orang yang menyembelih ternak ruminansia besar betina produktif dapat dipidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama tiga tahun dan denda sedikitnya Rp100 juta dan paling banyak Rp300 juta. 

"Untuk itu kita terus mengingatkan jangan sampai masyarakat menyembelih sapi, kerbau atau kambing betina produktif untuk hewan kurban. Sebab, sanksinya cukup berat, bisa dipidana penjara," pungkas Romy. 

Ia menjelaskan, bahwa syarat hewan kurban yang sehat adalah tidak cacat, tidak buta, tidak pincang, dan tanduk tidak patah. Kemudian mata bersih, kulit mengkilat, tidak diare, tidak ada keluar darah dari lubang kumlah yaitu hidung, mulut, mata, telinga dan anus.

"Untuk usia bagi sapi adalah dua tahun dan domba atau kambing satu tahun ditandai dengan telah berganti gigi," jelas Romy. 

Larangan penyembelihan ternak betina produktif, kata Romy, juga untuk menjaga ketersediaan pasokan dan mempercepat program swasembada daging sebagaimana program pemerintah pusat.

"Alhamdulillah, sampai saat ini kita belum pernah menemukan adanya kasus penyembelihan ternak betina produktif di Pasaman. Baik di RPH maupun di tempat pemotongan milik masyarakat, karena proses pemotongan selalu diawasi dengan ketat," katanya. (*)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ormas NU Solsel Gelar Konferensi Cabang 2021

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:09 WIB

Sinkron ke BPS, Nagari di Sumbar jadi Basis SID

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:30 WIB
X