Rekening Nasabah Bank di Kota Padang Dibobol, OJK Sumbar Sebut Setiap Bank Punya SOP

- Kamis, 20 Agustus 2020 | 13:59 WIB

HARIANHALUAN.COM - Seorang tenaga honorer kantor kelurahan di Kota Padang menjadi tersangka dalam kasus pembobolan uang nasabah Bank di Kota Padang dengan modus pemalsuan tanda tangan. Dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian hingga Rp75 juta. Tersangka yang berinisial FF (36) ini telah diamankan dan ditahan di Polresta Padang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Menanggapi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatra Barat mengatakan, setiap bank harus memiliki prinsip dan standar operasional. "Itu kan bank seharusnya sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP). Mereka (bank) dalam operasional harus mengacu kepada SOP yang berlaku," kata Kepala OJK Sumbar, Misran Pasaribu, Kamis (20/8/2020) kepada sejumlah wartawan.

Dia melanjutkan, mengenai Standar Operasional Perusahaan (SOP) menjadi tanggungjawab bank itu sendiri. Pada kasus yang terjadi, SOP tentu dibuat langsung oleh Bank tersebut. Sehingga, bank harus menerapkan prinsip hati-hati sehingga mengurangi resiko pembobolan. "Harus menerapkan prinsip kehati-hatian. Ada proses verifikasi dan validasi serta seterusnya, itu diatur dalam SOP. Ketentuan internal bank," paparnya.

Mengenai unsur kelalaian dari pihak Bank, Kepala OJK Provinsi Sumbar tersebut enggan berkomentar. Sebab, pihak OJK belum mendapatkan laporan bagaimana kasus tersebut. "Kita belum dapat laporan lengkap kasus itu, saat ini belum bisa menyimpulkan," tuturnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda menerangkan kejadian pembobolan tersebut berawal ketika tersangka menemukan sebuah dompet di salah satu kantor lurah di kawasan Kecamatan Pauh, Kota Padang. "Dalam dompet itu ada buku tabungan, KTP dan uang. Jadi tersangka memalsukan tanda tangan dengan menirukan tanda tangan seperti di KTP milik korban," terangnya.

Rico mengungkapkan, setelah mendapat dompet berisikan buku tabungan dan KTP, FF berniat melakukan penarikan uang tabungan korban sebesar Rp75 juta yang dilakukannya sebanyak tiga kali. Tak hanya itu FF juga mengajak orang tuanya dalam aksinya itu. "Tersangka mengelabui petugas Bank di Padang ini dengan menyebutkan bahwa ibu-ibu yang merupakan orang tuanya itu tidak mengerti soal penarikan dan ingin membantu," jelasnya. 

Saat ini pihak kepolisian telah menetapkan FF sebagai tersangka kasus pencurian dan pemalsuan tanda tangan. Sementara orang tuanya, hanya sebagai saksi karena tidak tahu tentang perbuatan anaknya. Atas perbuatannya tersebut pelaku dijerat pasal 362 dan 263 KUHP tentang pencurian dan pemalsuan tanda tangan. Pelaku pun terancam di atas lima tahun. (*)

Editor: Administrator

Terkini

Tiga Nama Mencuat Jabat Sekdakab Solok Selatan

Rabu, 4 Agustus 2021 | 23:29 WIB
X