Maraknya Unras Omnibus Law, Ini Kata Tokoh Agama

- Rabu, 21 Oktober 2020 | 15:32 WIB

HARIANHALUAN.COM - Pasca disahkannya oleh DPR RI Undang-undang Cipta Kerja dan Omnibus Law, beberapa kelompok masyarakat maupun dari mahasiswa menyuarakan menolak UU tersebut. 

Penolakan dilakukan dengan melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPR RI, bahkan ke kantor DPRD di tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota yang ada di Indonesia.

Namun sayangnya, dalam aksi unjuk rasa tersebut berakhir dengan anarkis. Para pendemo bahkan melakukan pengrusakan terhadap sarana dan prasarana umum dan Negara.

Salah satu tokoh agama di Kota Padang, Ustad Safwan Diran menyayangkan adanya aksi anarkis dan mengajak masyarakat untuk menolak aksi unjuk rasa (demo) yang rusuh dan anarkis. Dirinya menyebut, aksi rusuh tersebut sangat bertentangan dengan norma agama.

“Menyampaikan pendapat di muka umum diperbolehkan, itu sama dengan bermusyawarah. Namun, tidak dengan anarkis apalagi sampai membuat kerusuhan,” kata Safwan.

Dikatakannya, melakukan unjuk rasa merupakan hal yang sah-sah saja dalam berdemokrasi karena mewujudkan sesuatu hal tujuan yang dinginkan. Dalam agama, demo ini merupakan silaturahim.

“Berdemo itu hak warga. Dari segi agama tidak dibenarkan melakukan kerusuhan,” ungkap ustad yang biasa berceramah di masjid-masjid Kota Padang tersebut. (*)

Editor: Administrator

Terkini

Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Gabungan Dishub Sumbar

Jumat, 17 September 2021 | 12:52 WIB

Kasus Harian Covid-19 di Agam Terus Melandai

Kamis, 16 September 2021 | 22:17 WIB
X