Cegah Bencana Tsunami, Kabupaten Pessel Butuh Penambahan Shelter

Administrator
- Senin, 16 November 2020 | 08:40 WIB

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Menjadi salah satu daerah yang rawan bencana seperti gempa yang memiliki potensi Tsunami, Pemkab Pessel mengusulkan untuk penambahan shelter. Pengajuan usulan tersebut dimaksudkan untuk menambah potensi keselamatan masyarakat saat bencana gempa yang berpotensi Tsunami terjadi.

Pemkab Pessel mengusulkan untuk penambahan sebanyak 60 shelter yang meliputi 12 kecamatan dari total seluruhnya.

"Yaitu di Kecamatan Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batangkapas, Sutera, Lengayang, Ranahpesisir, Linggo Sari Baganti, Airpura, Pancungsoal, Lunang, serta di Kecamatan Silaut,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Herman Budiarto, Senin (16/11).

Ia melanjutkan, usulan tersebut diajukan untuk penambahan shelter di titik-titik lokasi zona merah. Kata dia, usulan tersebut diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Akan tetapi, usulan tersebut belum terealisasi hingga saat ini. 

"Kami BPBD Kabupaten Pessel juga telah melakukan pemasangan peringatan dini tsunami berupa alat Early Warning System (EWS) sebanyak 11 unit, pembangunan shelter buatan sebayak 4 unit, dan 1 shelter alam," jelasnya.

BPBD Kabupaten Pessel sebut Herman juga terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat terlebih yang berada di sepanjang pingir pantai dan daerah perbukitan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana.

Pembinaan dan pelatihan yang dilakukan kepada kelompok siaga bencana (KSB) di setiap nagari dimaksudkan agar masyarakat bisa dengan cepat melakukan evakuasi mandiri ketika terjadi ancaman bencana, baik banjir, gempa, atau tsunami.(*)

Editor: Administrator

Terkini

Festival Asasi 2022 Padang Panjang Berlangsung Sukses

Senin, 5 Desember 2022 | 10:03 WIB
X