Sikapi Putusan MA, Gubernur Sumbar: Jalan Tol Tidak akan Berhenti, Cuma Ulang Proses Penlok Saja

- Senin, 16 November 2020 | 14:22 WIB

SK Gubernur Sumbar tanggal 26 Maret 2020 itu awalnya digugat oleh Hartono Widjajaja, yang beralamat di Jalan Tuanku Tambusai, RT. 001- RW. 008, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau.

Bersama Hartono, juga ikut menggugat Buyung, yang beralamat di Jalan Harapan II Blok C Nomor 7, RT.003-RW.002, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru. Kemudian, John, warga Jalan HR. Soebrantas 260, RT.005-RW.002, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru.

Berikutnya, Hata, warga Jalan Jenderal Ahmad Yani, RT.003-RW.003, Kelurahan Sago, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru. Hartono dkk ini sebelumnya telah memenangkan perkara TUN perijinan ini di Pengadilan TUN Padang, melalui Putusan Nomor 8/G/PU/2020/PTUN.PDG, tanggal 30 Juni 2020.

Kemudian, Gubernur Sumbar melalui Pengacara Negara, Kajati Sumbar, mengajukan kasasi ke MA. Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim menyatakan, SK Gubernur Sumbar tersebut tidak tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan Asas-asas Umum Pemerintahan Yang baik.

Sebab, lanjut Majelis Hakim, dalam proses penerbitan SK itu, Tim Persiapan tidak melibatkan para penggugat selaku pihak yang berhak. Baik pada saat pelaksanaan konsultasi publik maupun konsultasi publik ulang. (*)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Kapolda Sumbar Tinjau Vaksinasi Massal di Pasaman

Rabu, 20 Oktober 2021 | 20:50 WIB

Anak Usia 7-13 Tahun Berisiko Tinggi Stunting

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:12 WIB

Batu Kambiang Agam Vaksinasi 370 Warganya

Rabu, 20 Oktober 2021 | 14:33 WIB

108 Hektare Lahan Sumbar tak Ada Kejelasan Hukum

Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:45 WIB

Terpopuler

X