Waspada, Kekerasan Berbasis Gender Online Marak di Sumbar

Administrator
- Senin, 14 Desember 2020 | 14:47 WIB

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Direktur Women's Crisis Center (WCC) Nurani Perempuan Sumbar, Rahmi Meri Yenti mengungkapkan, kasus kekerasan berbasis gender online saat ini marak terjadi. Pada tahun 2020 tercatat 5 (lima) kasus kekerasan gender online di provinsi.

"Jadi memang kekerasan berbasis gender online marak sekali terjadi sekarang. Untuk kekerasan rumah tangga ada 28 kasus," kata Rahmi saat menjadi narasumber disalah satu TV lokal dengan tema "Kontroversi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual", dilansir Harianhaluan.com, Senin (14/12/2020).

Menurut Rahmi, di Sumbar ada pro kontra mengenai RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Ada kelompok yang mendukung RUU tersebut karena mungkin terpapar langsung dengan kasus kekerasan dan ada juga yang semakin gencar melakukan penolakan melalui daring.

"Karena RUU sedang dibahas lagi mau masuk proyeknas, ada beberapa kelompok yang menyuarakan bagaimana menggagalkan RUU dengan mengeluarkan isu-isu yang tidak baik," ujar Rahmi.

Kendati demikian, Rahmi menambahkan, hal tersebut suatu tantangan di Sumatera Barat untuk mengajak masyarakat, semua stake holder mulai dari ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang mendorong hadirnya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ini.

"Kita ingin sama-sama memberikan dukungan terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual untuk segera disahkan karena kami sebagai pendamping korban sangat berharap RUU ini betul-betul menjadi UU karena perlu pemulihan yang komprehensif bagi korban kekerasan seksual," ulas Rahmi.

Sementara itu, Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) RI, Alimatul Qibtiyah mengungkapkan bahwa kekerasan berbasis gender dalam jaringan (daring) meningkat selama pandemi Covid-19.

“Data kekerasan 2020 selama masa pandemi saja 1.617 kasus, dan 1.458 kasus di antaranya adalah kasus kekerasan berbasis gender,” ucap Alimatul.

Alimatul menjelaskan, terdapat 659 kasus kekerasan gender berbasis daring atau siber yang diadukan secara langsung ke Komnas Perempuan hingga awal Oktober 2020. Padahal pada 2017, hanya ada 17 kasus.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Bank Nagari Raih TOP BUMD 2022 dari Infobank

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:19 WIB
X