Kembangkan Pertanian Sumbar, Bahlil Perintahkan Deputi Cari Investor

- Senin, 21 Juni 2021 | 00:55 WIB

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Menteri Investasi/ atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Bahlil Lahadalia menanggapi permintaan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah terkait pengembangan industri produk pertanian di provinsi itu.

"Pada RPJMD 2021-2026 Sumbar akan fokus pada bidang pertanian secara luas, pariwisata dan pendidikan. Kami berharap dukungan terutama untuk pengembangan industri produk pertanian," kata Mahyeldi.

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Mahyeldi juga mengatakan Pemprov Sumbar telah mengalokasikan anggaran 10 persen khusus untuk pertanian. Hal itu dilakukan karena 57 persen penduduk Sumbar berprofesi sebagai petani dan 24 persen PAD berasal dari sektor pertanian.

Namun kata Mahyeldi, hal itu masih belum cukup, perlu dukungan yang lebih besar agar potensi yang tersedia bisa terus berkembang dan menyerap tenaga kerja di daerah.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

"Potensi yang sangat mungkin untuk dikembangkan adalah industri pengolahan kelapa, industri pengolahan kopi arabika, industri pengolahan gambir dan kakao," ujar Mahyeldi.

Mahyeldi mengatakan, nahan baku untuk tiga komoditas ini tersedia melimpah karena didukung luas lahan yang sangat besar.

"Dukungan penyusunan Feasibility Study (studi kelayakan) untuk empat potensi ini akan mampu menggerakkan perekonomian di Sumbar," katanya.

Menanggapi hal itu, Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia langsung meminta deputi di kementeriannya untuk mencatat dan menindaklanjuti permintaan dari Gubernur Sumbar tersebut.

"Industri kelapa, gambir, kakao dan kopi ini langsung menampung hasil pertanian dari masyarakat karena itu perlu dukungan. Siapkan Feasibility Study dan carikan investor," kata Bahlil.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Sumbar Butuh Tambahan Vaksin Covid-19

Minggu, 25 Juli 2021 | 18:40 WIB
X