Wali Nagari Terpilih Diminta Jangan Hanya Terpaku pada Dana Desa Pesisir Selatan

- Senin, 21 Juni 2021 | 02:30 WIB

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Agar pelaksanaan pembangunan di tingkat pemerintahan terendah, terutama pada 31 nagari yang telah menghasilkan wali nagari terpilih pada pemilihan wali nagari (Pilwana) serentak tanggal 8 Juni 2021 lalu berjalan optimal, maka kepada wali nagari terpilih ditegaskan jangan hanya terpaku pada dana desa semata.  

Diharapkan sumber dana yang besaral dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) itu, hanya dijadikan sebagai pancingan saja.

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDP2KB) Pessel, Wendi, dikutip dari pesisirselatankab.go.id Senin (21/6) terkait sangat besarnya sumber pendapatan yang bisa dikelolah di tingkat pemerintahan terandah atau nagari di daerah itu.

"Sudah selayaknya wali nagari terpilih bersama Badan Musyawarah (Bamus) nagari,  berkreatifitas mencari sumber keuangan pembiayaan pembangunan di nagarinya. Sebab melalui langkah itu, proses percepatan pembangunan di nagari akan lebih cepat tercapai, ketimbang hanya mengharapkan pembiayaan yang bersumber dari APBN dan APBD saja," ingatnya.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Disampaikanya bahwa percepatan pembangunan di tingkat nagari, bukan saja bisa dilakukan melalui sumber dana yang dialokasikan melalui DD dan ADD saja, tapi juga bisa berasal dari sumber-sumber lain sesuai potensi dan kekayaan yang dimiliki oleh nagari.

"Bila itu terwujut, maka percepatan pembangunan secara merata akan tercapai di Pessel nantinya," ungkap Wendi.

Dia menjelaskan bahwa pemekaran nagari yang dilakukan oleh Pemerintah daerah (Pemda) Pessel sejak awal tahun 2001 lalu, bertujuan agar pemerataan pembangunan berjalan cepat.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X