Penyelamatan Danau Maninjau, Legislator Sumbar: Harus Ada Penertiban KJA

- Rabu, 21 Juli 2021 | 19:00 WIB
Komisi IV DPRD Sumbar saat berkunjung ke Danau Maninjau.
Komisi IV DPRD Sumbar saat berkunjung ke Danau Maninjau.

Dia mengatakan Kabupaten Agam merupakan daerah yang memiliki potensi berbagai sektor yaitu pertanian perikanan, dan pariwisata, untuk memajukan sektor itu perlu akses memadai, salah satunya jalan representatif.

Dia juga mendorong agar pada sisi Danau Maninjau, dibuatkan dermaga pariwisata yang hingga sekarang belum ada. Dermaga ini harus permanen, Dia menilai  belum ada sarana yang benar-benar menunjang untuk pariwisata bagi daerah itu. Untuk SKPD, jika ada kegiatan provinsi menyangkut Danau Maninjau agar ditembuskan ke DPRD Sumbar. 

Sementara itu, Wakil Komisi IV DPRD Sumbar Mesra mengatakan, dalam koordinasi antar pemerintahan kita mesti fokus terhadap dampak lingkungan Danau Meninjau, perbaikan akses sangat dibutuhkan agar ikon-ikon yang ada pada Kabupaten Agam juga terangkat dan memberikan dampak bagi masyarakat dan daerah. 

"Hal-Hal itu mesti menjadi perhatian, agar pembangunan yang merupakan kewenangan provinsi bisa dirasakan oleh masyarakat dan menunjang potensi daerah," katanya. 

Kunjungan Kerja ke Kabupaten Agam, Komisi disambut langsung oleh Bupati Andri Warman, dia mengatakan untuk revitalisasi Danau Maninjau akan digelontorkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan Sebesar Rp 237miliar.

Untuk realisasi sendiri, akan diadakan lagi pertemuan pada pertengah Juli dan Agustus, namum target untuk penertiban sendiri ditargetkan rampung satu tahun setelah anggaran direalisaikan. 

Andri Warman, dorong dewan provinsi memperhatikan kebutuhan kabupaten/kota  tinjauan pemerintah provinsi hendaknya membawa dampak positif bagi Kabupaten Agam.  

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam Martias Wanto mengatakan dalam beberapa waktu terakhir, Danau Maninjau menjadi perhatian pemerintah pusat.Hal yang paling berkembang adalah kondisi danau yang tercemar berat. 

Danau Kebanggaan masyarakat Agam itu sekarang mengandung kadar oksigen 5 sampai 10 persen,  kajian dari para ahli kondisi itu disebabkan oleh KJA,  karena residu sisa makanan ikan menumpuk.

"Untuk sekarang tidak bisa di ukur dasar danau, karena endapan lumpur," katanya. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Terkini

Bupati Agam: Masjid Nurul Islam Jadi Cahaya Masyarakat

Kamis, 23 September 2021 | 14:12 WIB
X