Penyelamatan Danau Maninjau, Legislator Sumbar: Harus Ada Penertiban KJA

- Rabu, 21 Juli 2021 | 19:00 WIB
Komisi IV DPRD Sumbar saat berkunjung ke Danau Maninjau.
Komisi IV DPRD Sumbar saat berkunjung ke Danau Maninjau.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Komisi IV DPRD Sumbar mendukung program strategis pemerintah Kabupaten Agam untuk mengoptimalkan potensi daerah terutama pada sektor pariwisata. Apalagi daerah itu berpeluang dapatkan realisasi anggaran ratusan miliar dari pemerintah pusat.

Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Desrio Putra mengatakan, untuk memajukan potensi wisata di Kabupaten Agam, pemerintah pusat melalui kementerian terkait akan menggelontorkan anggaran untuk pelaksanaan revitalisasi Danau Maninjau.

Baca Juga: Gubernur: Revitalisasi Danau Maninjau Butuh Kerjasama Pemerintah dan Masyarakat

Peluang emas itu mesti ditangkap, mengingat kemampuan keuangan daerah tidak akan sanggup membiayai proses tersebut.

"Untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki Danau Maninjau, maka harus ada penertiban Keramba Jaring Apung (KJA) yang telah berjumlah 17 ribu lebih, kondisi itu menyebabkan banyak persoalan dari air yang tidak layak, bau yang tidak sedap maupun pendangkalan dasar danau," katanya. 

Baca Juga: Beredar Isu Penghabisan KJA, Bupati Agam: KJA di Danau Maninjau Dirapikan, Bukan Dihabiskan

Dia mengatakan, proses penertiban nantinya akan menuai pro dan kontra mengingat banyak kepentingan yang terganggu,  namun harus diketahui kepentingan itu hanya untuk jangka pendek maupun pribadi,  jika dikelola dengan baik dengan menjaga ekosistem, maka akan memberikan dampak jangka panjang dan lebih banyak lagi yang diuntungkan.

Dia menambahkan Komisi IV DPRD Sumbar mendorong setiap program yang memiliki dampak yang luas bagi daerah agar diberikan dukungan dari masyarakat, begitupun pemerintah kabupaten yang harus menjalin koordinasi dengan pemerintah provinsi.

Pada rapat kerja dengan mitra komisi bidang pembangunan itu, beberapa waktu lalu disepakati telang menganggarkan perbaikan bendungan Batang Agam yang telah Jebol begitupun dengan irigasi Batang Antokan.

Dia mengatakan Kabupaten Agam merupakan daerah yang memiliki potensi berbagai sektor yaitu pertanian perikanan, dan pariwisata, untuk memajukan sektor itu perlu akses memadai, salah satunya jalan representatif.

Dia juga mendorong agar pada sisi Danau Maninjau, dibuatkan dermaga pariwisata yang hingga sekarang belum ada. Dermaga ini harus permanen, Dia menilai  belum ada sarana yang benar-benar menunjang untuk pariwisata bagi daerah itu. Untuk SKPD, jika ada kegiatan provinsi menyangkut Danau Maninjau agar ditembuskan ke DPRD Sumbar. 

Sementara itu, Wakil Komisi IV DPRD Sumbar Mesra mengatakan, dalam koordinasi antar pemerintahan kita mesti fokus terhadap dampak lingkungan Danau Meninjau, perbaikan akses sangat dibutuhkan agar ikon-ikon yang ada pada Kabupaten Agam juga terangkat dan memberikan dampak bagi masyarakat dan daerah. 

"Hal-Hal itu mesti menjadi perhatian, agar pembangunan yang merupakan kewenangan provinsi bisa dirasakan oleh masyarakat dan menunjang potensi daerah," katanya. 

Kunjungan Kerja ke Kabupaten Agam, Komisi disambut langsung oleh Bupati Andri Warman, dia mengatakan untuk revitalisasi Danau Maninjau akan digelontorkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan Sebesar Rp 237miliar.

Untuk realisasi sendiri, akan diadakan lagi pertemuan pada pertengah Juli dan Agustus, namum target untuk penertiban sendiri ditargetkan rampung satu tahun setelah anggaran direalisaikan. 

Andri Warman, dorong dewan provinsi memperhatikan kebutuhan kabupaten/kota  tinjauan pemerintah provinsi hendaknya membawa dampak positif bagi Kabupaten Agam.  

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam Martias Wanto mengatakan dalam beberapa waktu terakhir, Danau Maninjau menjadi perhatian pemerintah pusat.Hal yang paling berkembang adalah kondisi danau yang tercemar berat. 

Danau Kebanggaan masyarakat Agam itu sekarang mengandung kadar oksigen 5 sampai 10 persen,  kajian dari para ahli kondisi itu disebabkan oleh KJA,  karena residu sisa makanan ikan menumpuk.

"Untuk sekarang tidak bisa di ukur dasar danau, karena endapan lumpur," katanya. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Terkini

Bupati Agam: Masjid Nurul Islam Jadi Cahaya Masyarakat

Kamis, 23 September 2021 | 14:12 WIB
X