Memasak Samba Surau, Tradisi Kurban dì Masjid Aufu Bil Uqud Padang Panjang

- Rabu, 21 Juli 2021 | 23:45 WIB
Memasak hewan kurban.
Memasak hewan kurban.

Selang beberapa saat, barulah Gulai Sinaruih dibagikan kepada warga yang datang membawa nasi putih. Ada yang menyantapnya di masjid, ada juga yang membawa pulang. Suasana bahagia masyarakat terasa saat itu.

Ketua Pengurus Masjid, Benni Chandra mengatakan, memasak lauk Gulai Sinaruih, dari daging kurban yang dinamai Samba Surau ini sudah menjadi tradisi sejak Masjid Aufu bil Uqud didirikan tahun 1927 silam.

Diinisiasi para pendirinya yaitu Syeikh Jamil Jaho, Ustadz Muhammad Idris, dan Ustadz Nurdin Labai Majolelo. "Hal ini sebagai wujud rasa syukur di Hari Raya Idul Adha dan kebersamaan antara masyarakat di Kelurahan Koto Katik," ungkapnya.

Dikatakan Benni, dari 16 sapi yang disembelih hari itu, lima di antaranya dimasak di masjid untuk dinikmati bersama-sama sore harinya. Begitupun dengan 3 ekor kambing, untuk gulai cincang, pada santapan siang.

“Siangnya masyarakat menikmati Gulai Kambing, sorenya menikmati Gulai Sinaruih berbahan daging sapi," sebutnya dikuti dari Kominfo Padang Panjang, Rabu (21/7/2021).

Sementara itu, Ketua DPRD Mardiansyah, A.Md yang turut hadir, mengapresiasi tradisi yang telah lama berlangsung di Masjid Aufu Bil Uqud ini. "Kegiatan ini menujukkan kebersamaan, rasa kekeluargaan, dan gotong royong. Terlihat ada yang membawa nasi untuk dibagikan bersama dari kaum perempuan, ada yang bertugas memasak lauk dari kaum laki-laki. Hal-hal baik seperti ini harus tetap dipertahankan. Kalau bisa juga ada di kelurahan lain," pungkasnya. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Terkini

Bupati Agam: Masjid Nurul Islam Jadi Cahaya Masyarakat

Kamis, 23 September 2021 | 14:12 WIB
X