Antisipasi Covid-19, Sumbar Minta Tambahan 800 ribu Vaksin

- Minggu, 25 Juli 2021 | 09:39 WIB
Gubernur Sumbar
Gubernur Sumbar

 

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meminta tambahan 800 ribu dosis vaksin kepada pemerintah pusat. untuk itu disampaikan dalam koordinasi Menteri dengan Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual, dari Istana Bung Hatta tadi malam. 

"Sumbar mengusulkan usulan tambahan vaksin 800 ribu dosis. Sekarang sudah dipenuhi 30,7 ribu dosis. Kami berharap dukungan untuk sisa vaksin vaksin di Sumbar," kata Buya Mahyeldi, saat menghadiri rapat terkait penerapan level 4 di luar Jawa dan Bali diikuti secara virtual di Istana Bung Hatta Kota Bukittinggi, Sabtu (24/7/2021).

antusias masyarakat untuk divaksin meningkat signifikan sementara waktu ketersediaan vaksin menipis bahkan sebelumnya kosong.

"Karena itu dibutuhkan dukungan dari pemerintah pusat untuk menambah ketersediaan vaksin di Sumbar agar imunitas kesehatan bisa tercapai," katanya.

Terkait Kota Padang yang masuk dalam daerah penerapan PPKM level 4, Mahyeldi mengatakan akan terus berupaya untuk memperbaiki cakupan penanganan Covid-19 agar daerahb
itu segera bisa diturunkan penilaiannya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menambah jumlah konversi tempat tidur di Rumah Sakit untuk kebutuhan pasien COVID-19 sehingga persentase keterisian tempat tidur pasien atau BOR bisa diturunkan.

Selain rumah sakit dan Pemprov Sumbar juga sudah melakukan tambahan tempat isolasi mandiri bagi pasien dengan gejala ringan, antara lain di asrama haji Padang.

"Ke depan kita akan terus mengupayakan perbaikan indikator penanganan COVID-19 di daerah Sumatera Barat," ujarnya.

Sementara itu distribusi bantuan sosial yang berasal dari Kementerian Sosial dan Bulog juga mulai dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang merupakan pandemi.

Padang Diperpanjang

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kesempatan itu mengatakan ada 45 daerah pada 21 provinsi yang akan menerapkan PPKM level 4 pada 26 Juli sampai 8 Agustus 2021.

Daerah itu diantaranya Kota Bengkulu di Bengkulu, Kota Jambi di Jambi, Kalimantan Barat (Kota Pontianak), di Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru dan Banjarmasin kemudian juga beberapa kota di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Di Bangka Belitung Kota Bangka Barat Belitung dan Belitung Timur, Kepulauan Riau naik di Batam dan Tanjungpinang, di Provinsi Lampung Kota Bandar Lampung.

Pekanbaru di Riau, Padang di Sumbar, Lubuk Linggau, Musi Banyuasin, Musi Rawas di Sumatera Selatan dan beberapa daerah lainnya.

Aturan pada penerapan PPKM level 4 masih relatif sama dengan sebelumnya yaitu sektor non esensial "work from home" 100 persen, belajar secara berani, untuk industri bisa bekerja 50 persen.

Restoran dan kafe seluruhnya hanya melayani "take away", mal tutup 100 kecuali untuk apotek dan toko obat. Beribadah di rumah, kegiatan sosial budaya juga masih dilarang.

Sedikit perbedaan untuk penerapan kali ini pedagang kaki lima dan PKL diberikan keringanan untuk bisa diterapkan dengan penerapan protokol kesehatan dan waktu yang dibatasi.

Pasar tradisional juga boleh buka dengan beberapa pembatasan.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah mengupayakan pemanfaatan APBN untuk membantu masyarakat menciptakan. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mulai mencairkan alokasi anggaran penanganan COVID-19 melalui bantuan sosial dan program pendorong perekonomian.

Ia menyebut puluhan juta masyarakat dibantu melalui APBN dalam beberapa skema di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos, Bantuan Sosial Dana Desa, Subsidi listrik bagi rumah tangga 450 dan 900 VA, subsidi kuota belajar hingga bantuan beras Bulog.

Ia berharap berbagai bantuan yang berasal dari APBN itu bisa membuat masyarakat merasakan bahwa pemerintah hadir untuk meringankan beban saat pemberlakukan PPKM.

Rakor tersebut diikuti oleh Menteri Keuangan, Menkes, perwakilan Mendagri, Perwakilan Kapolri, Panglima dan Kejaksaan Agung, dan para seluruh Gubernur serta Bupati, Walikota.(*)

Editor: Dodi Caniago

Terkini

Buruan, Pendaftaran Calon Uda Uni Solsel Sudah Buka

Jumat, 24 September 2021 | 19:12 WIB

Camat di Padang Pariaman Diminta Tingkatkan PRDB

Jumat, 24 September 2021 | 12:12 WIB
X