Pandemi Covid-19 Kian Melonjak di Sumbar, Begini Kata Epidemiolog Unand

- Senin, 26 Juli 2021 | 20:40 WIB
Epidemiolog Unand, Defriman Djafri
Epidemiolog Unand, Defriman Djafri


PADANG, HARIANHALUAN.COM - Epidemiolog Unand, Defriman Djafri mengatakan belum ada bukti yang valid melalui Whole Genum Sequecing (WGS) bahwa varian Delta dilaporkan sudah ada di Sumbar.

"Saya tidak mau berasumsi varian Delta sudah terdeteksi di Sumbar," ujar Defriman Djafri di ruang Kawal Covid, Senin (26/7/2021).

Beberapa kasus yang diinvestigasi, kata dia, penularan banyak terjadi di komunitas seperti keluarga.

"Dari awal saya sampaikan, kasus-kasus saat ini, masih terkait mobilitas penduduk, seperti dalam rangkaian mudik lebaran Idul Fitri kemarin yang diikuti libur sekolah dan lebaran Idul Adha," tuturnya.

"Jadi, jangan kaget, kok kita tidak keluar rumah, tidak kontak dengan siapa-siapa kok bisa positif ya? Jawabannya, karena diantara anggota keluarga ada yg abai dalam menerapkan Prokes disetiap aktivitas di luar rumah," kata dia.

Defriman menyebutkan, sangat mudah diidentifikasi, siapa diantara keluarga seseorang yang aktif beraktitas kontak dengan orang luar.

"Maka, mereka yang harus lebih ketat dan disiplin dalam menerapakan Prokes. Jangan sampai, kita membawa virus ke dalam rumah, dan menjadi petaka bagi keluarga kita. Apalagi ada diantara keluarga atau orang tua kita yang komorbid, sehingga lebih berisiko kematian," ungkap Defriman.

Saat ini, Defriman mengatakan, dirinya sedang merampungkan manajemen dan analisis data lengkap 46.000 lebih dari awal pandemi sampai 7 Juni 2021 kasus konfirmasi Covid-19 di Sumbar.

"Tidak dipungkiri, manajemen data dan coding data kita agak berantakan selama ini. Baik terkait riwayat penyakit dan komorbid, riwayat perjalanan, kontak dan termasuk tanggal onset sampai pelaporan. Perlahan saat ini mulai dirapikan. Mudah-mudahan dapat segera dirampungkan," katanya.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Tags

Terkini

Gelar Rakerda, HIPMI Sumbar Bakal Bahas Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 09:23 WIB
X