40 Pelaku Usaha Kuliner Studi Lapangan ke Batusangkar

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 13:10 WIB
Studi tiru dan praktik lapangan ke Pondok Flora Sungai Tarab Batusangkar
Studi tiru dan praktik lapangan ke Pondok Flora Sungai Tarab Batusangkar

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 40 orang pelaku usaha kuliner se-Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengikuti pelatihan inovasi dan higienitas kuliner melakukan studi tiru dan praktik lapangan ke Pondok Flora Sungai Tarab Batusangkar Kabupaten Tanah Datar, Rabu (4/8/2021). 

Dilansir sumber resmi Pemkab Pessel, kegiatan ini bertujuan agar para peserta pelatihan bisa melihat langsung potensi yang dimiliki tempat studi tiru dan mengimplementasikannya ke usaha kuliner yang mereka miliki. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan inovasi usaha kuliner. 

Hal ini disampaikan Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pesisir Selatan Yulnarti. Menurutnya setelah 2 hari pelaksanaan pelatihan di dalam ruangan secara teori maka hari ketiganya praktik lapangan.

Yulnarti mengatakan sengaja diambil lokasi di Batusangkar yang potensinya berbeda dari Kabupaten Pessel. Meski begitu nantinya bisa dipadukan dengan potensi kuliner yang dimiliki oleh Pesisir Selatan.

"Kita berharap dengan kegiatan ini peserta bisa belajar secara nyata tentang pengolahan makanan dan penyajiannya termasuk higienitas kuliner," ujarnya.

Ditambahkannya para peserta dipandu oleh narasumber yang berasal dari ICA Sumbar. Peserta diberikan pemahaman pengolahan makanan secara benar dan profesional yang nantinya bisa dipraktekan ke usaha kuliner yang mereka sajikan. 

"Ke depannya pelaku usaha kuliner yang mengikuti pelatihan ini akan dikompetisikan untuk bisa menciptakan inovasi menu baru yang bervariasi. Di mana mereka nanti ditantang untuk mengolah menu bervariasi dengan bahan yang diberikan," ujarnya.

Yulnarti menambahkan kegiatan ini juga  diperlukan guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) khususnya kuliner yang profesional. Oleh karena itu pembangunan kepariwisataan memerlukan dukungan dan keterlibatan dari seluruh pemangku kepentingan di bidang pariwisata. 

"Sekarang ini pemerintah selalu berusaha untuk melengkapi sarana dan prasarana dengan mensinergikan semua lini untuk bisa terlibat langsung dan melahirkan program program pengembangan," ujarnya.

Menurut Yulnarti pengembangan pariwisata yang ada jangan hanya fokus pada lokasi pariwisata tersebut saja, namun semua potensi yang ada di sekitar kawasan harus juga ikut digali seperti potensi kulinernya, budaya, dan seni keterampilan. Dengan begitu perkembangan wisata bisa dinikmati semua kalangan dan wisatawan memiliki kesan lebih karena mendapatkan hal yang kompleks.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Terkini

Terus Diminati, Pelanggan Premium PLN Semakin Bertambah

Senin, 27 September 2021 | 19:40 WIB

3 Desa di Pariaman Terima DAK Program Sanitasi Rp1,2 M

Senin, 27 September 2021 | 16:00 WIB

14 Karya Budaya Sumbar Ditetapkan Sebagai WBTbI

Senin, 27 September 2021 | 13:45 WIB

Limbah Medis B3 dan TPA di Sumbar Mulai Penuh

Senin, 27 September 2021 | 12:33 WIB
X