Potret 76 Tahun HUT RI di Pasaman: Warga Simamonen Terpaksa Tandu Jenazah 6 Km karena Akses Jalan Minim

- Senin, 16 Agustus 2021 | 14:12 WIB
Tangkapan layar warga Simamonen menggotong jenazah salah satu warganya yg meninggal.
Tangkapan layar warga Simamonen menggotong jenazah salah satu warganya yg meninggal.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM--Sudah 76 tahun Republik ini merdeka dari tangan penjajah, namun ternyata belum semua rakyat bangsa ini merasakan makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Salah satunya merdeka dari keterbelakangan dan keterisoliran.

Seperti yang dirasakan oleh warga dua kampung di Simamonen Hilir, Nagari Koto Rajo dan warga Simamonen Mudik, Nagari Langung, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Bayangkan saja, untuk membawa jenazah orang yang meninggal dunia di rumah sakit, alangkah sulitnya. Warga dengan susah payah harus menggotong beramai-ramai menggunakan tandu yang terbuat dari batang bambu dan kain sarung untuk mengangkut jenazah tersebut menuju kampung halamannya.

Sebagaimana tampak dalam video singkat yang dibagikan oleh Alex Anderhan di media sosial Facebook, tertanggal 15 Agustus 2021. Video berdurasi 5 menit 14 detik itu sudah mencapai 10.662 penayangan, 197 kali dibagikan dan ratusan komentar netizen.

Dalam video itu tampak bagaimana warga bergotong royong mengangkut jenazah warganya yang meninggal. Lewat unggahannya, Alex juga menuliskan untuk membawa jenazah warga harus menempuh jarak sepanjang 6 Km dengan waktu tempuh selama 2 jam lebih.

"Pagi ini 15082021. Sampai saat ini Simamonen Hilir, Kenagarian Koto Rajo, Kecamatan Rao Utara, Pasaman, Sumbar, belum bisa dilalui akses roda empat. Jarak tempuh 6 Km, dengan waktu perjalanan 2,5 jam. Begini cara kami untuk mengangkut jenazah yang telah meninggal ke kampung halaman kami," tulisnya.

Unggahannya itu pun mendapat beragam komentar dari netizen. Ada yang mengaku terharu, miris melihat kondisi kampung yang ironis tersebut dan salut akan kekompakan warganya.

"Mudah-mudahan dapat menjadi perhatian untuk pemda setempat. Negara sudah lama merdeka, tapi ternyata masih ada untuk akses jalan aja mereka masih belom ada ke daerah mereka," ungkap Rang Kamang, salah satu netizen.

Kondisi ini tak lepas dari masih minim dan belum memadainya sarana prasarana serta infrastruktur di kampung Simamonen itu. Akses jalannya masih tanah merah, meskipun ada coran beton itu pun hanya sebagian. Kondisinya kini sudah retak dan rusak.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Tags

Terkini

Andalas Santri's Camp di Padang Panjang Resmi Ditutup

Sabtu, 27 November 2021 | 14:15 WIB

Wako Fadly Amran Sampaikan Ranperda APBD 2022

Jumat, 26 November 2021 | 22:30 WIB

Bupati Agam Lepas 40 Bibit Ikan di Launching Baganang

Jumat, 26 November 2021 | 16:45 WIB
X