3 April Awal Ramadhan, Peneliti BRIN: Kalau Ada Klaim Lihat Hilal, Bisa Ditolak Secara Astronomi

- Jumat, 1 April 2022 | 19:36 WIB
Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag, Profesor H Thomas Djamaluddin memaparkan posisi hilal dalam Sidang Isbat (Penetapan) Awal Ramadan 1443 Hijriyah, di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag Jakarta, Jumat (1/4/2022).  (Foto/Kemenag)
Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag, Profesor H Thomas Djamaluddin memaparkan posisi hilal dalam Sidang Isbat (Penetapan) Awal Ramadan 1443 Hijriyah, di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag Jakarta, Jumat (1/4/2022). (Foto/Kemenag)

HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Indonesia telah menetapkan 3 April 2022 sebagai awal Ramadhan setelah Kementerian Agama menggelar Sidang Isbat (Penetapan) awal Ramadan 1443 Hijriyah.

Sidang yang diikuti oleh perwakilan ormas Islam, perwakilan duta besar negara sahabat, serta jajaran Kemenag ini diawali dengan Seminar Posisi Hilal yang disampaikan pakar astronomi yang juga anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag, Profesor H. Thomas Djamaluddin juga peneliti BRIN.

"Hilal kemungkinan tidak teramati. Kalau ada yang mengklaim melihat hilal, dimungkinkan itu bukan hilal. Secara astronomi klaim itu bisa ditolak," ungkap Peneliti BRIN ini dilansir dari Kemenag.go.id pada Jumat (1/4/2022).

Baca Juga: Gas 3 Kg Bakal Naik Jadi Rp50 Ribu per Tabung, Benarkah?

Maka, lanjut Thomas, jika data tersebut dikaitkan dengan potensi rukyatul hilal, secara astronomis atau hisab, dimungkinkan awal bulan Ramadhan jatuh pada 3 April 2022.

Thomas Djamaluddin mengungkapkan, secara astronomis, posisi hilal di Indonesia pada saat Maghrib 1 April 2022 masih berada di bawah kriteria baru MABIMS yang ditetapkan pada 2021, sehingga kemungkinan tidak dapat teramati. 

"Di Indonesia, posisi hilal awal Ramadan 1443 H terlalu rendah sehingga hilal yang sangat tipis tidak mungkin mengalahkan cahaya syafak (senja), sehingga  kemungkinan tidak terlihat," ungkap Thomas. 

Baca Juga: 1 Ramadan Diprediksi Jatuh Pada Tanggal 3 April 2022, Ini Penjelasannya

Kriteria baru MABIMS menetapkan bahwa secara astronomis, hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat. 

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bacaan Doa Saat Hujan dan Petir disertai Artinya

Sabtu, 5 November 2022 | 13:18 WIB
X