Apakah Suntik Vaksin Booster Membatalkan Puasa? Simak Penjelasannya

- Minggu, 3 April 2022 | 18:06 WIB
Ilustrasi vaksinasi booster.  (Pixabay)
Ilustrasi vaksinasi booster. (Pixabay)



HARIAN HALUAN - Jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 semakin melandai.

Meskipun demikian, vaksinasi masih terus digencarkan oleh pemerintah untuk mendapatkan kekebalan kelompok.

Bahkan, pemerintah juga menjadikan syarat vaksin booster saat mudik lebaran tahun ini.

Lalu bagaimana hukumnya suntik vaksin booster saat menjalani ibadah puasa? Batalkah puasa?

Dilansir dari NU Online, vaksin Covid-19 tidak membatalkan puasa Ramadhan karena cairan yang dimasukkan tidak melalui bagian tubuh yang terbuka, melainkan dari bagian tubuh yang tertutup.

Hal ini diputuskan Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) dengan mendasarkan pandangannya pada kitab Minhajul Qawim di bawah berikut ini.


 وإنما يفطر بإدخال ما ذكر إلى الجوف (بشرط دخوله) إليه (من منفذ مفتوح) كما تقرر (و) من ثم (لا يضر تشرب المسام) بتثليث الميم وهي ثقب البدن (بالدهن والكحل والإغتسال) فلا يفطر بذلك وإن وصل جوفه لأنه لما لم يصل من منفذ مفتوح كان في حيز العفو ولا كراهة في ذلك لكنه خلاف الأولى 

Artinya:

"Puasa menjadi batal karena memasukkan sesuatu yang telah tersebut ke dalam rongga dalam tubuh dengan syarat masuk ke dalamnya melalui rongga luar terbuka sebagaimana telah tetap. Dari sana tidak masalah serapan pori-pori atau lubang luar tubuh atas minyak, celak, dan sisa air basuhan. Dengan demikian puasa tidak batal karenanya sekalipun serapan itu sampai ke rongga dalam tubuh karena tidak melalui rongga luar terbuka. Ini termasuk domain ma’fu. Tidak ada kemakruhan perihal ini tetapi hanya khilaful aula," (Ibnu Hajar Al-Haitami, Minhajul Qawim, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah], halaman 246).

Jika merujuk pada pandangan di atas, melakukan vaksinasi selama bulan ramadhan dibolehkan dan tidak membatalkan puasa.

Hal itu karena vaksinasi biasanya dilakukan dengan menyuntikkan cairan ke tubuh melalui lengan kiri atau lengan kanan.

Artinya, cairan tidak masuk melalui bagian tubuh yang terbuka. Sehingga tidak membatalkan puasa.

Editor: Puspita Indah Cahyani

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menjual Kulit Hewan Kurban, Bagaimana Hukumnya?

Kamis, 30 Juni 2022 | 09:38 WIB
X