Dasar Hukum Zakat Fitrah, Ibadah Wajib di Bulan Ramadan

- Rabu, 6 April 2022 | 10:51 WIB
Ilustrasi manfaat sedekah (gambar: Pixabay.com)
Ilustrasi manfaat sedekah (gambar: Pixabay.com)

HARIAN HALUAN - Zakat merupakan salah rukun Islam yang wajib dikerjakan umat Islam. Artikel ini akan membahas dasar hukum zakat fitrah di bulan Ramadan. 

Zakat fitrah wajib dikeluarkan dalam setiap tahun, ketika bulan Ramadhan tiba. Dilansir dari NU Online, berikut dasar hukum zakat fitrah, ibadah wajib di bulan Ramadan.

 

Zakat fitrah merupakan ketentuan secara khusus terhadap umat Nabi Muhammad SAW yang diwajibkan pada tahun kedua dari hijrahnya Nabi, tepatnya dua hari sebelum dilaksanakannya hari raya Idul Fitri.

Selain termasuk rukun Islam, zakat fitrah juga menjadi penyempurna ibadah kita selama bulan Ramadan. Tanpa zakat fitrah, ibadah umat Islam di bulan Ramadan tidak akan lengkap.

Dalam kitab Hasyiyah Jamal alal Minhaj, Syekh Zakaria al-Anshari menyampaikan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang ditangguhkannya puasa Ramadhan sampai mengeluarkan zakat fitrah.

Dalam kitabnya disebutkan, وأخرج ابن شاهين في ترغيبه والضياء عن جرير (شَهْرُ رَمَضَانَ مُعَلَّقٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلاَ يُرْفَعُ إلَى اللهِ إلاَّ بِزَكَاةِ الفِطْرِ)

Artinya, “Ibnu Syahin meriwayatkan hadits dalam kitab Targhib wad Dhiya’ dari sahabat Jarir: (puasa pada) bulan Ramadhan digantungkan antara langit dan bumi, tidak diangkat pada Allah kecuali dengan zakat fitrah.”

Syekh Zakaria menjelaskan maksud hadits di atas bahwa selama tidak mengeluarkan zakat fitrah, maka pahala puasanya tidak bisa didapatkan. Dengan kata lain, meski bulan puasa telah selesai, dan telah berhasil menjaga dirinya dari setiap sesuatu yang bisa membatalkan puasa, maka ia tidak akan mendapatkan pahala puasa sampai mengeluarkan kewajiban zakat fitrah dari dirinya (Syekh Zakaria al-Anshori, Hasyiyah Jamal alal Minhaj, juz 4, h. 228).

Halaman:

Editor: Muhammad Ikhwanuddin

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X