Hukum Shalat Witir, Dilakukan setelah shalat Tarawih atau shalat Tahajud?

- Rabu, 6 April 2022 | 22:03 WIB
Shalat (foto ilustrasi: portalpekalongan.pikiran-rakyat.com)
Shalat (foto ilustrasi: portalpekalongan.pikiran-rakyat.com)

HARIAN HALUAN - Bulan suci Ramadan selalu erat kaitannya dengan rangkaian ibadah. Tidak hanya yang wajib seperti puasa di siang harinya, namun juga yang sunnah seperti shalat Tarawih dan Witir di malam harinya. 

Hukum shalat tarawih dan witir sendiri merupakan sunnah muakad, artinya sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Shalat tarawih dilakukan pada malam hari ba’da isya, dan disebut juga shalat qiyamul lail (ibadah malam hari) pada bulan Ramadan. Shalat qiyamul lail merupakan salat yang paling utama setelah shalat wajib. “Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam (qiyamul lail).” (HR. Muslim).

Salat qiyamul lail berjumlah genap (minimal 2 rakaat), dan kemudian ditutup dengan salat witir dengan jumlah ganjil (1, 3, 5, dan seterusnya) untuk menyempurnakan rangkaian shalat.

“Barang siapa mengerjakan salat pada malam hari maka hendaklah dia menjadikan salat terakhirnya sebagai Witir (sebelum Subuh) karena sesungguhnya Rasulullah SAW telah memerintahkan hal tersebut.” (Riwayat muslim, Said bin ‘Ali bin Wahf al-Qahtjani, Ensiklopedia Shalat menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, 2006, hlm. 450).

Shalat tahajud juga merupakan bagian dari qiyamul lail, syarat pelaksanaan salat tahajud sendiri adalah saat bangun tidur di malam hari, yang paling utama yaitu di sepertiga malam sebelum shalat subuh.

Pada bulan suci Ramadan, pelaksanaan shalat tarawih dan witir erat kaitannya dengan shalat tahajud sehingga menjadi pertanyaan besar di kalangan umat muslim di Indonesia. Beberapa ulama memiliki ikhtilaf (pendapat para ulama terkait ilmu fikih) yang berbeda mengenai hal ini, berikut beberapa contohnya dikutip dari berbagai sumber:

1. Shalat witir setelah shalat tarawih

Ust Khalid Basalamah di akun Youtube Syifa TV menjelaskan terdapat beberapa Ikhtilaf diantara Ulama, diantaranya bahwa ada Ulama yang meyakini bahwa tidak ada lagi tahajud setelah tarawih, karena tarawih sama saja adalah qiyaumul Ramadan. Ustad Khalid menjelaskan riwayat berikut,

Halaman:

Editor: Muhammad Ikhwanuddin

Sumber: Tirto.id, Islam Pos, You tube

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X