Inilah Hukum Puasa Ramadan jika Tidak Melaksanakan Salat Tarawih Menurut Islam

- Kamis, 7 April 2022 | 14:50 WIB
Ilustrasi umat muslim melaksanakan salat tarawih berjamaah di bulan Ramadan 2022
Ilustrasi umat muslim melaksanakan salat tarawih berjamaah di bulan Ramadan 2022

Bulan Ramadan memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan ketimbang bulan lainnya. Pada bulan Ramadan 2022, umat muslim diwajibkan berpuasa kemudian pada malam harinya melaksanakan ibadah salat tarawih.

Puasa Ramadan pun patut diketahui syarat sah puasa dan fadhilahnya supaya dapat melaksanakannya dengan baik. Antara lain: Islam, baligh, berakal sehat, suci dari haid dan nifas, berniat puasa, serta mampu menahan diri dari godaan.

Sementara, salat tarawih adalah salat sunah yang dilaksanakan pada malam bulan Ramadan dan diakhiri dengan salat witir. Salat tarawih pun berbeda dengan salat tahajud, sebab umat muslim tidak perlu tidur terlebih dulu dan bangun di sepertiga malam untuk melaksanakannya. 

Tak hanya itu puasa Ramadan adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadan dan hukumnya wajib bagi umat Islam terutama yang baligh dan terkecuali bagi mereka yang berhalangan. Itu pun tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 183-185:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al Baqarah: 183)

“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka, barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.

"Dan, wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan, berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al Baqarah: 184)

“(Beberapa hari yang ditentukan itu adalah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).

"Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

4 Keutamaan Bertobat yang Perlu Diketahui

Minggu, 3 Juli 2022 | 16:33 WIB

Menjual Kulit Hewan Kurban, Bagaimana Hukumnya?

Kamis, 30 Juni 2022 | 09:38 WIB
X