Apakah Bersentuhan Kulit dengan Lawan Jenis Dapat Membatalkan Wudhu?

- Kamis, 7 April 2022 | 16:43 WIB
Ilustrasi tata cara wudhu (gambar: Pixabay.com)
Ilustrasi tata cara wudhu (gambar: Pixabay.com)


HARIAN HALUAN - Wudhu merupakan salah satu rukun utama dalam menjalankan shalat. Tanpa wudhu, shalat tidak akan sah. Setelah wudhu pun ada beberapa ketentuan yang membatalkan wudhu.

Keluarnya air seni, atau kotoran dari lubang kemih dan anus merupakan dua contoh yang bisa membatalkan puasa. Ada pendapat yang menyebut bersentuhan dengan lawan jenis juga membatalkan puasa.

Sebenarnya, benarkah bersentuhan kulit akan membatalkan wudhu? Berikut penjelasan yang dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.

Di kalangan para ulama terdapat perbedaan pemahaman dalam menafsirkan QS. Al Maidah ayat 6. Menurut Ali dan Ibnu Abbas, makna aw lamastumu al nisa adalah bersetubuh. Sedangkan menurut Umar bin Khattab dan Ibnu Masud memaknainya sebagai persentuhan kulit.

Hal tersebut membuat kita harus lebih mempelajari beberapa pendapat ulama agar wudhu tidak batal sehingga shalat tidak batal.

Perbedaan pemaknaan ini mengakibatkan perbedaan pendapat tentang batal tidaknya wudhu seseorang karena persentuhan kulit laki-laki dan perempuan. Menurut pendapat pertama, yang dipegangi oleh ulama Hanafiyah, persentuhan kulit laki-laki dan perempuan tidak membatalkan wudhu. Sedangkan menurut pendapat kedua, yang dipegangi ulama Hambaliyah dan Syafiiyah, persentuhan kulit laki-laki dan perempuan membatalkan wudhu, sehingga harus diulang. Sementara ulama Malikiyah, persentuhan kulit laki-laki dan perempuan membatalkan wudhu apabila menimbulkan syahwat.

Dalam Fatwa Tarjih yang terdapat di buku Tanya Jawab Agama jilid V disebutkan bahwa pendapat yang dipilih oleh Muhammadiyah ialah pendapat pertama, yaitu tidak membatalkan wudhu sekalipun terjadi persentuhan kulit laki-laki dan perempuan. Hal ini didukung oleh sejumlah dalil, salah satunya dari ‘Aisyah.

Pada suatu malam saya kehilangan Rasulullah Saw dari tempat tidur, kemudian saya merabanya dan tanganku memegang dua telapak kaki Rasulullah yang sedang tegak karena beliau sedang sujud (HR. Muslim dan at Tirmidzi serta menshahihkannya).

Jadi, begitulah beberapa pendapat tentang hukum persentuhan kulit dengan wudhu. Sebagai umat Islam, alangkah baiknya mengetahui lebih dalam tentang hukum-hukum yang ada pada wudhu. Beberapa pendapat ulama akan memperkaya pengetahuan kita tentang agama Islam.

 

Halaman:

Editor: Muhammad Ikhwanuddin

Sumber: Muhammadiyah .or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 Keutamaan Bertobat yang Perlu Diketahui

Minggu, 3 Juli 2022 | 16:33 WIB

Menjual Kulit Hewan Kurban, Bagaimana Hukumnya?

Kamis, 30 Juni 2022 | 09:38 WIB
X