Tips Puasa Ramadan 2022 bagi Ibu Menyusui supaya Kuat hingga Waktu Berbuka

- Jumat, 8 April 2022 | 09:13 WIB
Ilustrasi ibu menyusui yang mengerjakan puasa Ramadan 2022
Ilustrasi ibu menyusui yang mengerjakan puasa Ramadan 2022

Puasa Ramadan wajib dikerjakan umat Islam, terutama muslim laki-laki dan perempuan. Puasa Ramadan pun berbeda dengan puasa sunah lainnya, seperti puasa Arafah, puasa Senin Kamis, puasa Rajab, dan puasa Daud.

Adapun seseorang yang meninggalkan puasa Ramadan tanpa uzur, maka dia pun berdosa, kecuali dirinya termasuk golongan yang diperbolehkan tidak mengerjakan puasa Ramadan, seperti musafir, orang sakit, dan ibu menyusui.

Puasa Ramadan tidak diwajibkan bagi ibu menyusui sebab dikhawatirkan akan membuat kesehatannya menurun dan membahayakan bayinya. Itu pun tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 184 tentang puasa Ramadan, “Barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan lalu dia berbuka, maka wajib baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain.”

Ada pula hadis riwayat Rasulullah Saw. oleh Anas bin Malik Al Ka’biz, “Sesungguhnya Allah telah meletakkan setengah salat dan puasa bagi orang musafir dan (demikian pula) bagi wanita menyusui dan yang hamil.” (HR. An Nasai, Ibnu Khuzaimah, Al Baihaqi, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Alban)

Ibu menyusui tetap dapat mengerjakan puasa Ramadan jika dirinya kuat dan kesehatannya tidak terganggu karenanya. Menurut penelitian ilmiah, puasa Ramadan tidak berdampak buruk pada kesehatan ibu menyusui, bayi, dan produksi asi pada umumnya. Namun, ibu menyusui yang ingin mengerjakan puasa Ramadan tetaplah harus memperhatikan tips puasa Ramadan berikut:

Konsultasi dokter

Ibu menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengerjakan puasa Ramadan untuk mengonfirmasi boleh atau tidaknya berpuasa. Sebab, bayi masih membutuhkan banyak nutrisi dari ASI untuk tumbuh kembangnya. Tak hanya itu, ibu menyusui pengidap diabetes atau hipertensi semestinya tidak berpuasa, karena dapat membahayakan kesehatan tubuhnya.

Makanan sehat

Ibu menyusui membutuhkan nutrisi untuk tubuhnya sendiri dan bayinya melalui ASI. Makanan berserat dan vitamin akan membantu kondisi ibu menyusui lebih sehat dan bugar serta memicu produksi ASI lebih banyak. Ibu menyusui dianjurkan makan dalam porsi secukupnya saat sahur dan lebih banyak saat berbuka karena ASI lebih banyak diproduksi saat malam hari, dan produksi hormon oksitosin ( hormon pemicu produksi ASI) lebih banyak dihasilkan di malam hari.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

X