Hukum Puasa Ramadan ketika Cuci Darah bagi Umat Islam

- Jumat, 22 April 2022 | 09:11 WIB
Ilustrasi pasien melakukan proses cuci darah ketika puasa Ramadan 2022
Ilustrasi pasien melakukan proses cuci darah ketika puasa Ramadan 2022

Jika proses cuci darah berlangsung tiga kali dalam seminggu, pasien itu tak harus puasa Ramadan. Namun, orang itu diperbolehkan puasa Ramadan di hari lain jika merasa kuat.

Hari-hari puasa Ramadan yang ditinggalkannya pun harus diganti atau melakukan puasa qada Ramadan di luar bulan Ramadan.

Bahkan, Direktur Pusat Kajian Hadis (PKH) mengatakan bahwa orang yang berpenyakit ginjal dan harus cuci darah, diperbolehkan baginya tidak berpuasa pada hari itu.

Adapun ulama berpendapat bahwa proses cuci darah tidak membatalkan puasa Ramadan karena proses itu tidak memasukkan makanan ke rongga mulut. Karena tidak batal puasa, orang itu pun tidak wajib melakukan puasa qada Ramadan.

Berbeda halnya dengan ulama lain yang menyatakan bahwa proses cuci darah membatalkan puasa, karena ada sesuatu yang cukup banyak dimasukkan ke tubuh.

Tak hanya itu, pendapat ulama ketiga adalah membatalkan puasa. Islam pun membolehkan dan ada alasan kuat untuk membatalkan puasa Ramadan.

Tubuh manusia membutuhkan asupan gizi atau protein tertentu setelah atau sebelum cuci darah. Dengan kondisi seperti ini, tubuh membutuhkan makan dan minum agar lebih sehat.

Islam bahkan mewajibkan satu pilihan alternatif. Inilah bukti ajaran Islam tidak mempersulit manusia, tapi memberikan kemudahan.

Pada zaman Rasulullah Saw., beliau pernah memarahi para sahabat yang tetap menunaikan puasa Ramadan padahal dalam perjalanan dengan cuaca yang panas.

Rasulullah Saw. pun memperingatkan para sahabat dengan sabdanya, “Bukan sebuah kebaikan jika berpuasa dalam perjalanan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X