Hukum Puasa Ramadan ketika Cuci Darah bagi Umat Islam

- Jumat, 22 April 2022 | 09:11 WIB
Ilustrasi pasien melakukan proses cuci darah ketika puasa Ramadan 2022
Ilustrasi pasien melakukan proses cuci darah ketika puasa Ramadan 2022

Pada hadis lain, Anas bin Malik bercerita, “Ketika mereka bepergian, ada sahabat Rasulullah Saw. yang puasa dan ada juga yang tidak dan mereka tidak ada yang menjelekkan satu sama lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kesimpulannya, pasien bepenyakit ginjal yang ingin cuci darah sebaiknya tidak melakukan puasa Ramadan terlebih dahulu.

Menurut Komite Tetap untuk Fatwa dan Penelitian Ilmiah, proses cuci darah dilakukan dengan mengeluarkan darah dari pasien, memasukkan alat agar dilakukan perawatan tertentu, lalu mengembalikan darah ke tubuh pasien, serta menambahkan kadar gula dan ion tubuh ke darah tersebut.

Lalu, pengkajian yang dilakukan Komite Tetap untuk Fatwa dan Penelitian Ilmiah memfatwakan bahwa proses cuci darah dapat membatalkan puasa.

Syekh Muhammad Al Munajid pun menarik kesimpulan bahwa pasien yang harus melakukan cuci darah, maka hukumnya batal puasa Ramadan yang dilakukannya di hari proses cuci darah.

Jika memungkinkan orang itu menggantinya atau puasa qada Ramadan, orang itu pun harus melakukannya.

Namun, jika tidak dapat melakukannya, rang itu boleh menggantinya dengan fidyah sebab statusnya sebagaimana orang tua yang tidak mampu puasa.

Itulah hukum puasa Ramadan ketika cuci darah bagi umat Islam. Kamu pun dapat melihat artikel lain yang berhubungan dengan fidyah dan puasa Ramadan di postingan lainnya. Semoga bermanfaat.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X