Hukum Membeli Baju Baru Menjelang Lebaran, Dianjurkan atau Sekadar Tradisi?

- Selasa, 26 April 2022 | 14:34 WIB
Ilustrasi (pixabay/pexels)
Ilustrasi (pixabay/pexels)



HARIAN HALUAN - Dalam hitungan hari, umat muslim akan menyambut hari raya idulfitri.

Momen idulfitri biasanya identik dengan segala sesuatu yang indah dan baru, termasuk baju baru.

Lalu, muncul pertanyaan apakah mengenakan baju baru hanya sebatas tradisi? Bagaimana hukumnya dalam islam?

Dalam hal berpakaian saat hari raya, sebenarnya disunahkan oleh para ulama untuk berhias dengan pakaian terbaik yang dimiliki.

Hal tersebut dilandasi oleh beberapa riwayat yang menceritakan bagaimana para sahabat mencontoh Nabi Muhammad SAW dalam menggunakan pakaian terbaik yang dimiliki ketika hari raya tiba.

Dalil tersebut adalah hadits riwayat Al Bukhari pada Bab Hari Raya dan Berhias di Dalamnya:

Sungguh Abdullah bin Umar, ia berkata : “Umar mengambil sebuah jubah sutra yang dijual di pasar, ia mengambilnya dan membawanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan berkata : “Wahai Rasulullah, belilah jubah ini serta berhiaslah dengan jubah ini di hari raya dan penyambutan. Rasulullah berkata kepada Umar: “sesungguhnya jubah ini adalah pakaian orang yang tidak mendapat bagian ”. (HR. Al Bukhari).

Abu Al-Hasan mennjelaskan dalam Hasyiah As-Sindi ala An-Nasa’i perihal tersebut, bahwa sunnah dan kebiasaan para salaf (orang-orang dahulu):

“Dari hadits ini diketahui, bahwa berhias di hari raya termasuk kebiasaan yang sudah ada di kalangan para sahabat, dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga tidak mengingkarinya.”

Oleh karena itu, pada Hari raya dianjurkan untuk mempercantik diri (berhias, memakai wangi-wangian) dan memakai baju yang terbaik.

Halaman:

Editor: Puspita Indah Cahyani

Sumber: Kemenag, Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X