Hukum Tiup Lilin ketika Ulang Tahun Menurut Syariat Islam

- Rabu, 11 Mei 2022 | 09:55 WIB
Ilustrasi hukum tiup lilin ketika ulang tahun menurut syariat Islam
Ilustrasi hukum tiup lilin ketika ulang tahun menurut syariat Islam

Tradisi tiup lilin sendiri sudah ada sejak zaman Yunani Kuno. Menurut sejarahnya, nyala lilin ibarat membayar upeti kepada Artemis selaku dewa bulan dalam mitologi Yunani.

Kue bulat yang digunakan pun melambangkan bentuk bulan dan lilin yang diletakkan di atasnya menyiratkan cahaya bulan. Sebelum meniup lilin, orang Yunani Kuno berdoa terlebih dahulu.

Bagi orang Yunani Kuno, asap dari tradisi tiup lilin adalah penghantar doa kepada sang dewi dan cahaya kehidupan bagi orang-orang nonmuslim.

Tradisi tiup lilin pun dilakukan ketika berulang tahun maupun setiap momen memiliki keinginan tertentu.

Kini, kebanyakan orang turut menerapkan tradisi tiup lilin saat berulang tahun termasuk umat muslim.

Alasannya, bertambahnya usia seseorang menjadi momen yang ingin dibagikan bersama kerabat dengan penuh kebahagiaan, seperti makan bersama dan berbagi hadiah.

Namun, tradisi tiup lilin ini merupakan warisan budaya orang-orang nonmuslim sehingga perlu dihindari.

Itu pun tertuang dalam hadis, “Rasulullah Saw. bersabda, ‘Barangsiapa yang menyerupai dengan suatu kaum, maka dia bagian dari kaum itu.” (HR. Abu Dawud)

Sebaiknya umat muslim meninggalkan tradisi tiup lilin sebab bukanlah sesuatu yang diajarkan dalam Islam tapi oleh kaum Yahudi dan Nasrani.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

Menjual Kulit Hewan Kurban, Bagaimana Hukumnya?

Kamis, 30 Juni 2022 | 09:38 WIB
X