Hukum Utang dan Balasan Bagi Orang yang Tidak Mau Membayarnya Berdasarkan Ajaran Islam

- Rabu, 11 Mei 2022 | 12:19 WIB
Ilustrasi hukum utang dan balasan bagi orang yang berutang menurut syariat Islam
Ilustrasi hukum utang dan balasan bagi orang yang berutang menurut syariat Islam

“Barangsiapa yang berutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.”

Status utang pada orang bersangkutan pun akan mendatangkan kehinaan pada siang hari dan kegelisahan di malam harinya.

Dari Umar bin Abdul Aziz berkata, “Aku wasiatkan kepada kalian agar tidak berutang, meski kalian kesulitan, karena sesungguhnya utang adalah kehinaan pada siang hari dan kesengsaraan di malam hari, maka tinggalkan utang, niscaya martabat dan harga diri kalian akan selamat, serta masih tersisa kemuliaan bagi kalian di tengah-tengah manusia selama kalian hidup.”

Bagi orang yang berutang karena terpaksa atau dalam keadaan darurat, diperbolehkan asalkan segera membayarnya jika sudah mampu dan pasti dibantu Allah Swt jika memiliki niat yang baik dalam berutang.

Dari Al Munawi berkata, “Pembicaraan mengenai utang berlaku pada siapa pun yang mengingkari utang. Bagi orang yang berutang dengan cara yang diperbolehkan dan dia tidak menyelisihi janjinya, maka dia pun tidak terhalang dari surga.”

Bahkan, Ash Shan’ani menegaskan mengenai orang yang berutang tapi tidak berniat melunasinya akan mendapatkan ancaman besar dari Allah Swt., “Yang demikian itu, diartikan bagi siapa pun yang berutang tapi tidak berniat melunasinya.”

Itulah hukum utang dan balasan bagi orang yang berutang tapi tidak mau membayarnya. Kamu pun dapat mengingat-ingat apakah memiliki utang pada seseorang, sebab bisa jadi itulah yang menghambat rezekimu.

Wallahu ‘alam bishawab

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

X