Jangan Salah Niat

- Minggu, 15 Mei 2022 | 09:30 WIB
Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa
Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa

A. Bangunlah dia untuk mengharapkan ridhâ Allah swt.

Fungsi masjid sebagai tempat beribadah umat Islam, merupakan suatu yang telah disepakati (Mujma' 'alaih).

Allah swt berfirman :

{فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ} [النور : 36]

"Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang". (QS. al-Nur 24:36)

Ayat di atas merupakan salah satu sandaran ijma' tersebut.

Karena itu, membangun sebuah masjid dan menyiapkan fasilitasnya untuk beribadah bagi umat Islam adalah tujuan utama yang diperintahkan oleh Allah swt sebagaimana sebelumnya telah diperintah Allah swt kepada Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as terkait al-Masjid al-Haram. Ini bisa dilihat dalam firman Allah swt ayat 125 surat Al-Abaqarah.

Fungsi utama bangunan masjid ini selama dia ditetapkan sebagai "Masjid", tidak boleh bergeser karena tujuan-tujuan lain.
Keberadaannya di lokasi wisata, tentu tidak boleh menghilangkan fungsi tersebut.

Membangun masjid dengan tujuan sebagai objek komersil pariwisata adalah kekeliruan dalam niat semula (apabila memang demikian adanya) bahkan dengan tujuan pariwisata tanpa komersil pun, sangat harus diwaspadai karena adanya peringatan Rasulullah saw:

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Penulis

Tags

Terkini

Menjual Kulit Hewan Kurban, Bagaimana Hukumnya?

Kamis, 30 Juni 2022 | 09:38 WIB
X