Doa Nabi Isa dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

- Rabu, 25 Mei 2022 | 17:20 WIB
Ilustrasi membaca doa Nabi Isa dengan mengharapkan ridha Allah Swt. bagi umat Islam
Ilustrasi membaca doa Nabi Isa dengan mengharapkan ridha Allah Swt. bagi umat Islam

Bagi umat Islam, doa Nabi Isa diamalkan sebab adanya keteladanan dari beliau atas kuasa Allah Swt. Sebab, Nabi Isa as. adalah golongan nabi ulul azmi dengan keteguhannya dalam menyampaikan kebenaran yang luar biasa kuat.

Salah satu mukjizatnya adalah mendatangkan hidangan dari langit bagi umatnya atas izin Allah Swt. Untuk itu, umat Islam makin yakin untuk mengamalkan doa Nabi Isa agar mendapatkan keberkahan dari Allah Swt.

Kisah mengenai Nabi Isa as. pun dijelaskan dalam Al Quran, yaitu surat Al Maidah ayat 114, “Isa putra Maryam berdoa,

‘Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, serta menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki, dan Engkau-lah sebaik-baik pemberi rezeki’.”

Dikutip dari buku Kisah Para Nabi dan Rasul, kisah Nabi Isa as. bermula dengan memerintahkan Hawariyyun dan umatnya untuk berpuasa selam 30 hari.

Setelah itu, mereka meminta Nabi Isa untuk menurunkan hidangan sebagai bukti bahwa Allah Swt. telah menerima puasa mereka serta hati mereka menjadi tenang. Nabi Isa as. pun memenuhi permintaan tersebut sebagai bentuk perayaan.

Umatnya yang berasal dari berbagai usia dan status sosial itu berkumpul menunggu permintaan mereka dikabulkan. Nabi Isa as. juga sempat menasihati agar mereka bertakwa kepada Allah Swt. jika benar-benar beriman. Namun, mereka bersikukuh meminta hidangan tersebut.

Dengan air mata bercucuran, Nabi Isa a. memanjatkan doa untuk memohon permintaan umatnya dikabulkan. Kemudian, doa Nabi Isa dijawab Allah Swt. dengan menurunkan hidangan dari langit dan umatnya menyaksikan sendiri peristiwa itu.

Nabi Isa as. pun berdoa kembali agar hidangan yang mendekati mereka adalah nikmat dari Allah Swt. dan bukanlah azab dari-Nya. “Dengan menyebut nama Allah, sebaik-baik pemberi rezeki.”

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menjual Kulit Hewan Kurban, Bagaimana Hukumnya?

Kamis, 30 Juni 2022 | 09:38 WIB
X