Niat Puasa Arafah Beserta Tata Cara Pelaksanaan dan Waktunya

- Jumat, 3 Juni 2022 | 19:13 WIB
Ilustrasi puasa Arafah bagi umat Islam
Ilustrasi puasa Arafah bagi umat Islam

Hari Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari itu, umat Islam akan melaksanakan banyak amalan sebab keutamaannya yang besar sebelum Idul Adha tiba, misal puasa Arafah.

Dalam surat Al Fajr ayat 1 sampai 3, terkandung ibadah yang diisyaratkan dalam Al Quran meski belum menunaikan haji.

Diriwayatkan, “Tiada hari yang lebih dicintai Allah ta'ala untuk berbuat suatu amalan yang baik daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari Dzulhijjah, para sahabat bertanya,

“‘Wahai Rasulullah, tidak pula dengan jihad fii sabilillah?’ Rasulullah Saw. pun menjawab, ‘Tidak, tidak pula jihad fii sabilillah, kecuali jika dia keluar dengan jiwa dan hartanya, kemudian dia tak kembali lagi’.” (HR. Bukhari)

Dari sepuluh hari Dzulhijjah yang istimewa itu, ada satu yang sangat spesial yang tidak ditemukan pada hari pertama hingga hari kedelapan, yaitu tepat pada 9 Dzulhijjah.

Dari Abu Qotadah, dia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Pada 9 Dzulhijjah, Rasulullah Saw. memerintahkan umatnya untuk berpuasa. Dalam puasa tersebut, pahalanya antara lain dapat menggugurkan dosa satu tahun berlalu dan menjaga perbuatan dosa satu tahun yang akan datang.

Menurut Ustaz Adih Hidayat, Rasulullah tidak hanya meminta para umatnya untuk berpuasa secara fisik seperti tidak makan dan minum, serta menahan hawa.

Atas izin Allah Swt, puasa Arafah berpotensi mampu menggugurkan dosa satu tahun berlalu dan berpotensi pada dosa setidaknya satu tahun ke belakang, serta dapat mengevaluasi kesalahan yang pernah diperbuat.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X