Hasil Fermentasi, Halalkah Keju Dikonsumsi? Beginilah Penjelasannya.

- Senin, 6 Juni 2022 | 15:32 WIB
Keju dan titik kritis halal dalam ajaran Islam
Keju dan titik kritis halal dalam ajaran Islam

Keju adalah hasil fermentasi dari bahan baku susu oleh mikroorganisme tertentu sehingga menghasilkan produk yang memiliki rasa dan aroma yang khas.

Keju memang cukup digemari berbagai kalangan muda hingga tua, serta kandungan susu yang bernutrisi juga baik bagi kesehatan tubuh.

Namun di balik rasanya yang enak, umat Islam perlu memperhatikan proses pembuatan keju. Sebab, dikhawatirkan prosesnya belum memenuhi standarisasi halal sehingga haram dikonsumsi.

Menurut Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, terdapat beberapa tahapan pembuatan keju, antara lain tahap persiapan susu, tahap penggumpalan susu dengan enzim, tahap pemisahan whey dan curd, tahap pengolahan curd, serta tahap pematangan keju.

Perlu diketahui bahwa curd adalah bagian susu yang terkoagulasi atau tergumpalkan oleh enzim atau zat asam. Sementara, whey adalah bagian susu dalam bentuk cairan setelah curd terbentuk dan dipisahkan.

Dalam hal ini, titik kritis halal keju terdapat pada tahap koagulasi atau penggumpalan susu. Sebab, penggumpalan susu itu membutuhkan bahan yang dapat membuat keju malah menjadi tidak halal.

Adapun tiga metode koagulasi susu, salah satunya adalah metode menggunakan enzim. Enzim adalah protein yang mampu mempercepat reaksi biologis, seperti menggumpalkan susu, atau disebut sebagai koagulan.

Koagulan yang digunakan pun umumnya berasal dari perut sapi muda (anak sapi) atau dikenal sebagai rennet. Kini, zat rennet dapat diperoleh tidak hanya dari perut sapi muda, tapi juga dari perut sapi dewasa, anak kambing, kambing dewasa, domba, dan babi.

Karena itulah, penggunaan koagulan yang berasal dari hewan jelas berisiko menghasilkan keju yang tidak halal.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X