Ada Pengempuk Daging Dinyatakan Tidak Halal? Cek Infonya, Yuk.

- Selasa, 7 Juni 2022 | 16:42 WIB
Ilustrasi titik kritis halal pada pengempuk daging
Ilustrasi titik kritis halal pada pengempuk daging

Dalam dunia kuliner, daging yang alot dapat diempukkan dengan pengempuk daging agar lebih mudah diolah dan dimakan serta meresap dengan bumbu masakan tertentu.

Titik kritis halal pada pengempuk daging pun tergantung pada status hukumnya dalam Islam. Pengempuk daging berupa arak atau khamr sebagai bahan rendaman daging, jelas hukumnya haram.

Sebab, dalam mazhab syafi’i status hukum dari bercampurnya yang haram dengan yang halal meski sedikit, tetaplah haram.

Ada pula pengempuk daging berupa daun papaya atau nanas murni sebagai bahan alami yang halal.

Pengempuk daging alami ini dapat digunakan sebagai pembungkus daging dengan daun papaya, atau merendamnya dengan air nanas murni.

Tak hanya itu, kebanyakan restoran telah menggunakan angciu atau red wine sebagai pengempuk daging sekaligus menambah aroma dan citarasa masakan agar lebih berselera.

Penggunaan arak pun telah menjadi ciri khas masakan Tiongkok, Jepang, Korea, dan bahkan masakan lokal yang berorientasi pada arak. Jadi, umat Islam perlu lebih paham akan hal ini.

Arak yang digunakan diharapkan menghasilkan aroma dan rasa yang khas apalagi ketika dipanggang, tumis, goreng, atau proses olahan lainnya.

Jenis arak yang digunakan pun beraga, misalnya putih (pek be ciu), arak merah (angciu), arak mi (kue lo ciu), dan arak gentong. Sementara, masakan Jepang umumnya menggunakan mirin dan sake.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X