Berbahan Gelatin, Minuman Boba Bisa Jadi Tidak Halal? Simak Infonya, Yuk.

- Rabu, 8 Juni 2022 | 16:01 WIB
Ilustrasi titik kritis halal boba
Ilustrasi titik kritis halal boba

Boba adalah bola tapioka yang dijadikan isian minuman sejenis bubble tea. Pada dasarnya, boba berbahan dasar tepung tapioca atau tepung yang terbuat dari singkong.

Boba juga merupakan sumber karbohidrat kompleks dan berbentuk pati yang terdapat pada umbi-umbian.

Jika boba masuk ke tubuh, akan bertahan lama dalam sistem pencernaan sehingga terasa kenyang setelah konsumsi boba.

Minuman boba disebut sebagai teh susu mutiara di Taiwan, negara asal boba. Sementara, masyarakat Amerika dan Inggris menyebutnya bubble tea. Selain Indonesia, minuman boba juga populer di Tiongkok, Korea, Filipina, dan Kanada.

Awalnya, boba adalah campuran untuk teh susu. Namun seiring waktu, pelaku usaha berinovasi hingga boba menjadi campuran hidangan minuman yang diracik dengan varian rasa dan bahan lainnya, apalagi dikonsumsi dingin.

Meski rasanya enak dan menyegarkan, umat Islam harus mengetahui bahan-bahan pembuat boba, apalagi pengaruhnya bagi kesehatan tubuh dan titik kritis halalnya.

Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor sekaligus auditor halal LPPOM MUI mengungkapkan bahwa pengembangan produk minuman boba tidaklah sulit, karena bahan baku mudah ditemukan dan pangsa pasar yang cukup menjanjikan di Indonesia.

Para pelaku usaha juga dapat bersaing dengan minuman sejenis yang lebih dulu ada. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu dicatat, termasuk minuman boba.

Bahan utama pembuatan boba adalah tepung tapioka dan gula. Sebenarnya titik kritis halal boba cukup rendah, sebab proses pembuatannya menggunakan teknologi atau rekayasa yang minimal.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X