Ketahuilah 3 Titik Kritis Halal pada Daging Kaleng agar Aman Dikonsumsi Umat Islam

- Rabu, 8 Juni 2022 | 16:46 WIB
Ilustrasi titik kritis halal daging kalengan
Ilustrasi titik kritis halal daging kalengan

Daging kalengan adalah metode pengawetan daging sehingga bertahan dalam waktu yang cukup lama, misal setahun.

Pengemasan daging kalengan itu pun menjadi alternatif dan sangat bermanfaat bagi produsen apalagi ketersediaan daging melimpah.

Tak hanya itu, penyajian daging kalengan biasanya praktis dan rasanya pun nikmat sehingga jenis produk ini diminati banyak orang.

Daging yang dikemas dalam bentuk kaleng pun beragam, seperti olahan daging sapi dan ikan. Namun, penting pula memperhatikan titik kritis halal daging kalengan.

Pertama, proses pengemasan dengan teknik pengalengan. Cara ini termasuk pengawetan bahan-bahan makanan yang dikemas secara hermetis, kemudian disterilkan.

Pada teknik tersebut, daging dipanaskan dalam wadah yang ditutup rapat untuk menonaktifkan enzim, membunuh mikoorganisme, serta mengubah daging dalam bentuk mentah menjadi produk yang siap disajikan.

Produk akan dikemas dengan penutup yang sangat rapat sehingga tidak dapat ditembus oleh udara dan air, serta terhindar dari kerusakan akibat oksidasi dan perubahan citarasa.

Cara itulah yang membuat daging kalengan dapat bertahan lebih lama. Setiap proses pengemasan dan sterilisasi pun harus dipastikan alat dan wadah yang digunakan tidak tercemar oleh najis.

Itu pun menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. Sebab, tidak hanya daging sapi yang dapat dikemas dalam kaleng, tapi juga jenis daging lain termasuk hewan haram seperti babi.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X