Banyaknya Titik Kritis Halal Kosmetik, Inilah Faktor yang Perlu Diperhatikan Umat Islam

- Rabu, 8 Juni 2022 | 18:52 WIB
Ilustrasi titik kritis halal kosmetik bagi umat Islam
Ilustrasi titik kritis halal kosmetik bagi umat Islam

Bahan tersebut dapat ditemukan pada jenis produk kosmetik lipstik, pelembab, sabun, losion, dan krim pemutih.

Lemak dan turunannya seperti gliserin, gms, cetyl alcohol, stearic acid, stearyl acid, dan palmitate acid, banyak digunakan sebagai pembuatan lipstik, sabun, krim, dan losion.

Bahan-bahan tersebut pun dapat berasal dari lemak hewani. Maka dari itu, hewan yang digunakan pun haruslah yang halal dan disembelih sesuai syariat Islam, seperti sapi dan kambing.

Guna kolagen dan elastin adalah menjaga kelenturan kulit. Zat ini pun berasal dari jaringan hewan.

Guna plasenta dan amnion adalah peremajaan kulit, dan diperoleh dari hewan atau bahkan manusia. Sementara, vitamin dalam kosmetik adalah sebagai penstabil, dan diperoleh pula dari hewan.

Guna AHA adalah mengurangi keriput dan memperbaiki tekstur kulit, sehingga kulit menjadi halus dan kenyal.

Salah satu senyawa AHA adalah asam laktat, dan pembuatannya menggunakan media yang berasal dari hewan.

Terakhir, hormon yang digunakan untuk kosmetik pun berasal dari hewan, seperti hormon estrogen, ekstrak timus, dan melatonin.

Secara umum, titik kritis halal kosmetik terletak pada asal bahan pembuat dan sifat tembus air. Melalui laboratorium, sampel kosmetik harus diperiksa dengan teliti apakah produk non-halal atau tidak.

Wakil Direktur LPPOM MUI pun menyatakan bahwa kosmetik dapat dihasilkan dari beragam bahan, seperti jenis tumbuhan, produk mikrobial, hewan, dan bahkan manusia.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X