Terbuat dari Nabati, Bagaimana Hukumnya Daging Vegan Babi dalam Syariat Islam? Inilah Infonya.

- Rabu, 8 Juni 2022 | 19:27 WIB
Ilustrasi daging vegan babi yang tidak dapat disertifikasi halal
Ilustrasi daging vegan babi yang tidak dapat disertifikasi halal

Meski tidak menggunakan bahan yang berasal dari babi dan turunannya, penamaan produk tersebut tidak dapat dilakukan sertifikasi halal.

Itulah bentuk kehati-hatian dan proteksi LPPOM MUI agar konsumen muslim tidak mendekati dan mengonsumsi produk haram.

Jika terbiasa mengonsumsi produk yang menyerupai bahan haram, seseorang dikhawatirkan akan terbiasa dengan rasa, aroma, atau teksturnya.

Sehingga, umat Islam tidak dapat membedakan produk haram ketika tak sengaja mengonsumsi produk pangan yang jelas haramnya, karena sifat sensorisnya yang sangat identik atau sulit dibedakan.

Perlu diketahui, sumber bahan yang digunakan dalam daging vegan babi juga ternyata berasal dari enzim mikroorganisme yang belum jelas kehalalannya.

Pada komposisi produk daging vegan babi, terdapat whey protein dan vegetarian essence. Whey protein dapat diperoleh dari hasil samping penggumpalan pada pengolahan keju.

Namun, sumber bahan penggumpal yang berasal dari enzim mikroorganisme pun dapat diragukan status kehalalannya.

Sementara, vegetarian essence terdiri dari banyak senyawa kimia yang juga harus diperiksa secara mendetail status kehalalannya.

Produk daging vegan babi juga tidak mempersyaratkan bebas alkohol khamr pada komposisi produknya, sehingga bisa jadi memang menggunakan khamr dalam proses produksi.

Itulah mengapa daging vegan babi tidak dapat disertifikasi halal dan haram hukumnya bagi umat Islam. Kamu pun mengecek produk halal pada situs resmi www.halalmui.org atau aplikasi HalalMUI yang dapat diunduh melalui Playstore. Wallahu ‘alam bishawab.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X