Sujud Sahwi: Inilah Bacaan Latin dan Tata Cara Pelaksanaan dalam Salat ketika Lupa Gerakan dan Jumlah Rakaat

- Kamis, 16 Juni 2022 | 14:54 WIB
Ilustrasi sujud sahwi ketika salat
Ilustrasi sujud sahwi ketika salat

Ketika seseorang merasa melakukan kesalahan dalam salatnya, orang itu harus melaksanakan sujud sahwi. Contohnya, lupa membaca doa duduk di antara dua sujud atau jumlah rakaatnya.

Menurut Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza'iri, seseorang yang mengucap salam padahal salatnya belum selesai, maka orang itu wajib menyempurnakan salatnya lalu sujud setelah salam.

Dalam bahasa Arab, kata sahwi berasal dari kata as sahwu dan kata an nisyanu yang berarti ‘lupa’. Tak hanya itu, ada pula berasal dari kata asy syak yang bermakna ‘tidak yakin telah melakukan sesuatu’.

Sujud sahwi adalah ibadah yang dilakukan karena adanya keraguan ketika salat. Keraguan tersebut pun tidak hanya terkait pada jumlah rakaat saat salat.

Orang yang melakukan tambahan berupa perbuatan salat karena lupa, misal berdiri, rukuk, sujud, atau duduk meski sebentar, dia pun wajib melakukan sujud sahwi.

Sujud sahwi pun wajib dikerjakan bagi orang yang menambah atau mengurangi bacaan salat karena lupa. Contohnya, membaca doa yang tidak pada tempatnya, berbicara, dan salam tanpa sengaja.

Diriwayatkan dalam hadis At Tirmidzi bahwa dalam suatu salat, Nabi Muhammad Saw. sempat salam, padahal baru dua rakaat.

Setelah diberi tahu oleh sahabat bahwa salat baru dua rakaat, Rasulullah Saw. pun melanjutkan dan menyempurnakan salatnya, lalu melakukan sujud setelah salam.

Tata Cara Sujud Sahwi

Berdasarkan sejumlah hadis, sujud sahwi dikerjakan dua kali sebelum salam seberapa pun kesalahan dalam salatnya. Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri bahwa Rasulullah Saw. pernah mengimami salat dan lupa. “Maka, Rasulullah sujud dua kali, kemudian bertasyahud, kemudian salam.” (HR. Abu Dawud)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Buhainah, “Setelah Rasulullah Saw. menyempurnakan salatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu, beliau bertakbir setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau melakukan sujud sahwi ini sebelum salam.” (HR. Imam Al Bukhari, Imam Muslim)

“Lalu beliau salat dua rakaat lagi (yang tertinggal), kemudian beliau salam. Sesudah itu, beliau bertakbir dan bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tata cara sujud sahwi sesudah salam ini ditutup dengan salam. Diriwayatkan dalam hadis Imron bin Hushain, “Beliau pun salat satu rakaat (menambah rakaat yang kurang tadi). Lalu beliau salam. Setelah itu, beliau melakukan sujud sahwi dengan dua kali sujud. Kemudian beliau salam lagi.” (HR. Muslim)

Sujud sahwi sesudah salam juga tidak perlu diawali dengan takbiratul ihram, cukup dengan takbir untuk sujud saja. Itulah pendapat sebagian besar ulama.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X