Jangan Salah! Begini Tata Cara Pelaksanaan Salat Jenazah Sesuai Syariat Islam

- Sabtu, 18 Juni 2022 | 15:12 WIB
Salat jenazah Buya Syafii Maarif di masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. (muhammadiyah.or.id)
Salat jenazah Buya Syafii Maarif di masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. (muhammadiyah.or.id)

HARIANHALUAN - Setiap umat muslim perlu memahami bagaimana tata cara menshalatkan jenazah. Baik itu jenazah seorang muslim laki-laki atau perempuan.

Dalam adab Islam, setiap muslim dianjurkan untuk menjenguk orang sakit, bertakziah saat ada orang yang meninggal, serta menyolati dan ikut mengantar jenazah ke kuburan.

Baca Juga: Sujud Sahwi: Inilah Bacaan Latin dan Tata Cara Pelaksanaan dalam Salat ketika Lupa Gerakan dan Jumlah Rakaat

Ketika seseorang meninggal dunia, hal yang perlu dilakukan sebagai seorang muslim yang masih hidup adalah memperlakukan jenazah tersebut secara islam sampai dengan menguburkannya. Terdapat aturan dalam berbagai aspek yang wajib dilakukan mulai dari memandikan atau mensucikan jenazah, mendoakan, hingga menyolatkan jenazah.

Shalat jenazah merupakan shalat yang dijalankan guna mendoakan seorang muslim atau muslimah yang meninggalkan dunia. Hukum shalat jenazah adalah wajib kifayah, yakni sebuah kewajiban yang secara pelaksanaannya dapat tercukupi bilamana telah dijalankan oleh sebagian kaum muslimin. Namun jika tidak ada satupun yang menjalankannya, maka seluruh kaum berdosa.

Baca Juga: Apa Itu Salat Gaib? Inilah Bacaan Niat, Waktu, dan Tata Cara Pelaksanaan

Hal ini sebagaimana dilandaskan pada hadits berikut ini:

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أُتِيَ بِجَنَازَةٍ لِيُصَلِّيَ عَلَيْهَا ، فَقَالَ : هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ ؟ قَالُوا : لاَ فَصَلَّى عَلَيْهِ ثُمَّ أُتِيَ بِجَنَازَةٍ أُخْرَى ، فَقَالَ : هَلْ عَلَيْهِ مَنْ دَيْنٍ قَالُوا نَعَمْ قَالَ صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ قَالَ أَبُو قَتَادَةَ عَلَيَّ دَيْنُهُ يَا رَسُولَ اللهِ فَصَلَّى عَلَيْهِ – رواه البخاري

Mengutip dari Salamah bin al-Akwa’ r.a melalui INews.id, Sabtu, 18 Juni 2022, ia mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah didatangkan seorang jenazah, sehingga beliau menshalatinya. Lantas beliau bertanya, ‘Apakah orang ini memiliki hutang?. Mereka menjawab: “Tidak” , maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolatkan jenazah itu. Kemudian didatangkan lagi jenazah yang lain. Beliau bertanya: “Apakah dia punya hutang?”. Mereka menjawab: “ Ya”. Beliau berkata, ‘Shalatkanlah sahabat kalian.’ Abu Qatadah menjawab:” Saya yang menanggung semua hutangnya wahai Rasulullah.”. Lalu beliau menyolatkan jenazah tersebut. (HR. Bukhari).

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: INews.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 Keutamaan Bertobat yang Perlu Diketahui

Minggu, 3 Juli 2022 | 16:33 WIB

Menjual Kulit Hewan Kurban, Bagaimana Hukumnya?

Kamis, 30 Juni 2022 | 09:38 WIB
X