Bagaimana Hukum Gabungkan Aqiqah dan Kurban pada Hari Raya Idul Adha? Inilah Fatwa yang Membahasnya.

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:57 WIB
Ilustrasi ibadah aqiqah dan kurban pada hari raya Idul Adha
Ilustrasi ibadah aqiqah dan kurban pada hari raya Idul Adha

Dari hasil hisab, PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Zulhijah 1443 H jatuh pada Kamis, 30 Juni 2022, dan Hari Arafah (9 Zulhijah 1443 H) jatuh pada Jumat, 8 Juli 2022. Sementara, Idul Adha (10 Zulhijah 1443 H) jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022.

Sebagian ulama berpendapat bahwa seseorang yang belum menunaikan aqiqah boleh menggabungkannya dengan kurban pada hari raya Idul Adha, yaiu pada 11-13 Zulhijah, dan sudah mendapatkan pahala keduanya.

Hal itu memudahkan bagi orang-orang yang kurang mampu agar dapat menyembelih dua kambing atau domba untuk menunaikan ibadah aqiqah dan kurban pada hari raya Idul Adha.

Namun, ada pula fatwa Mufti Agung Mesir, Syaikh Ali Jum’ah mengungkapkan bahwa orang-orang yang mampu sebaiknya tidak menggabungkan aqiqah dan kurban dalam satu hewan sembelihan.

Meski ibadah aqiqah dan kurban sama-sama sunah, kesunahannya mensyaratkan niat khusus ketika menyembelih hewan, dan tidak mungkin menggabungkan niat kurban sekaligus niat aqiqah.

Seseorang dianggap melaksanakan aqiqah setelah menyembelih kambing atau domba yang khusus diniatkan untuk aqiqah.

Begitu pula dengan ibadah kurban, selama tidak diniatkan sembelih kurban meski disembelih pada 11-13 Zulhijah, tidak dianggap sebagai ibadah kurban.

Kesunahan aqiqah dan kurban tidak dapat diandaikan, seperti melaksanakan puasa qada pada Senin atau Kamis yang berarti melaksanakan dua puasa sekaligus.

Ibadah aqiqah dan kurban pun memiliki syarat yang zahir berupa hewan. Sementara, ibadah puasa dan salat tidak memiliki syarat seperti itu.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X