Shalawat Talbiyah Haji dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya Beserta Hukum dan Keutamaan

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 18:05 WIB
Ilustrasi membaca shalawat talbiyah haji bagi jamaah haji dalam bahasa Arab maupun Latin
Ilustrasi membaca shalawat talbiyah haji bagi jamaah haji dalam bahasa Arab maupun Latin

Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa hukum shalawat talbiyah adalah bagian dari syarat sah ihram. Sementara, Imam Maliki mengatakan hukum shalawat talbiyah adalah wajib.

Menurut Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Syafi’i, hukum shalawat talbiyah adalah sunah. Bahkan bagi laki-laki, disunahkan mengeraskan suaranya sesuai hadis berikut.

“Dari Abu Qalabah dari Anas ra., Nabi Saw. melaksanakan salat Zuhur di Madinah 4 rakaat dan salat Ashar di Dzul Hulaifah 2 rakaat. Aku mendengar mereka membaca shalawat talbiyah dengan mengeraskan suaranya pada keduanya, baik haji dan umrah.” (HR. Bukhari)

Adapun keutamaan shalawat talbiyah adalah jaminan masuk surga dan dihapuskannya dosa-dosa berdasarkan hadis berikut.

Abu Hurairah meriwayatkan sabda Rasulullah Saw. bahwa bagi mereka yang mengucapkan shalawat talbiyah akan dijanjikan kebaikan, “Wahai Rasulullah, apakah benar akan dijanjikan surga? Lalu, Nabi Saw. menjawab, ‘Iya’.”

Diriwayatkan pula dari Jabir ra., “Rasulullah Saw. pernah bersabda, ‘Tidak ada balasan yang lebih baik bagi orang-orang yang senantiasa membaca shalawat talbiyah sampai matahari terbenam kecuali terhapusnya dosa-dosa dan mereka pulang dari haji tanpa membawa dosa seperti anak yang baru dilahirkan’.”

Adapun firman Allah Swt dalam surat Ali Imran ayat 97, bahwa menunaikan ibadah haji adalah kewajiban hamba terhadap Allah Swt. terutama bagi mereka yang mampu. Dan, sesungguhnya Allah Maha Kaya sehingga tidak membutuhkan apa pun dari alam semesta.

Tak hanya itu, ada juga keutamaan ibadah haji adalah menjauhkan diri jamaah dari kefakiran dan menghapus dosa, serta sebagai amalan terbaik sesuai hadis berikut.

“Kerjakanlah haji dan umrah dengan berturut-turut, karena melaksanakan keduanya akan melenyapkan kefakiran dan dosa sebagaimana api tukang pandai besi yang menghilangkan karat pada besi.” (HR. Ibnu Majah)

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X