Bacaan Niat Puasa Zulhijjah, Tarwiyah, Arafah dalam Bahasa Arab dan Latin serta Keutamaannya

- Senin, 4 Juli 2022 | 15:54 WIB
ilustrasi puasa Zulhijjah, puasa tarwiyah, puasa Arafah
ilustrasi puasa Zulhijjah, puasa tarwiyah, puasa Arafah

Tanggal 10 Zulhijjah adalah hari raya Idul Adha yang diharamkan bagi umat muslim berpuasa. Puasa pada sembilan hari di awal Zulhijjah juga diyakini memiliki keistimewaan.

Dalam surat Al Fajr ayat 1 dan 2, Allah Swt. berfirman bahwa, “Demi waktu subuh. Dan sepuluh malam.”

Menurut Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan sejumlah ulama salaf serta kontemporer, makna dari ‘sepuluh malam’ dalam ayat tersebut adalah sepuluh malam pertama bulan Zulhijjah.

Pendapat mereka didasarkan pula pada hadis riwayat Imam Bukhari, “Dari Ibnu Abbas dengan kualitas hadis marfu':

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih disukai Allah Swt. pada hari itu daripada hari-hari ini, maksudnya 10 hari Zulhijjah.

“Kemudian para sahabat bertanya, ‘Dan bukan pula jihad, ya Rasulullah?’ Rasul lalu menjawab, ‘Dan tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar membawa diri dan hartanya kemudian dia pulang tak lagi membawa apa-apa’.” (HR. Bukhari)

Ada pula diriwayatkan dari Ibnu Abbas, “Rasulullah Saw. berkata, ‘Tiada hari lain yang disukai Allah Swt. untuk beribadah seperti sepuluh hari ini’.” (HR. At Tirmidzi)

Itu pun menunjukkan bahwa amal saleh pada sepuluh hari pertama di bulan Zulhijjah sangat dianjurkan atau sunah.

Adapun jenis puasa dalam bulan Zulhijjah yang dapat dilaksanakan umat muslim adalah puasa tarwiyah, puasa Arafah, dan puasa Zulhijjah.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X